5 Hal Yang Harus Anda Perhatikan Saat Memasang Instalasi Listrik Di Rumah

5 Hal Yang Harus Anda Perhatikan Saat Memasang Instalasi Listrik Di Rumah

Saat ini listrik merupakan kebutuhan utama bagi setiap rumah, tanpa listrik rumah akan gelap gulita karena tidak ada lampu yang menerangi, selain itu listrik juga diperlukan untuk mengisi daya baterai handphone anda bukan? Mengingat betapa pentingnya listrik, tentunya memasang instalasi listrik di rumah harus dilakukan secara aman agar rumah terhindar dari korsleting atau kebakaran.

Mengingat jika instalasi listrik merupakan tanggung sang pemilik rumah, berikut ini merupakan 7 hal yang harus anda perhatikan saat memasang instalasi listrik saat hendak membangun atau merenovasi rumah agar aman dari bahaya antara lain :

1.      Ketahui denah untuk memasang instalasi listrik di rumah

Hal pertama yang harus anda perhatikan saat memasang instalasi listrik rumah adalah menyesuaikan dengan penempatan box Miniature Circuit Breaker (MCB), sakelar, lampur serat stopkontak yang ada pada rumah anda. Bukan hanya memastikan jika jumlah stopkontak sesuatu dengan kebutuhan rumah, posisi penempatan stopkontak pun sebaiknya disesuaikan dengan keperluan penghunikany. Contoh saklar lampu yang diletakan di sebelah samping kanan/kiri pintu. Tujuannya agar terhindari kesalahan yang akan dapat membahayakan penghuninya dan tingkat kenyamanan akan menurun.

2.      Pakai kabel dengan standar SNI

Saat membeli perlengkapan usahakan anda memilih kabel dengan standar SNI yang dijual di toko bangunan. Hal itu karena keamanan kabel telah terjamin dan kabel tidak mudah terkikis ataupun terkelupas.  Anda harus paham ada beberapa variasi kabel listri yang dapat anda gunakan seperti kabel dengan diameter 2,5 mm yang termasuk kuat untuk dialiri daya listrik sampai 5 ribu watt cocok untuk rumah yang memiliki luas kurang dari 70 m2.

Untuk menyalurkan listrik pada beberapa perangkat rumah seperti lampu, anda bisa memilih jenis kabel dengan diameter 1,5 mm yang aman untuk diaplikasikan pada stopkontak dan lampu dengan daya kurang dari 100 watt. Perlu anda ingat, bungkus kabel listrik dengan pipa conduit yang lentur. Sehingga akan mudah bagi anda saat harus melakukan pergantian kabel serta akan menjamin arus listrik akan tetap stabil walaupun digigit oleh tikur atau kegencet sekalipun.

3.      Pembagian jalur kabel

Akan lebih baik jika anda membagi jalur kabel sesuai dengan keperluan penghuninya, baik itu kabel untuk pompa air, AC, lampu, stopkontak, hinggaa MCB cadangan. MCB sangat diperlukan bagi anda apabila harus memutuskan aliran listrik dalam satu grup saluran listrik yang sama jika terjadi korsleting.

4.      Gunakan jalur tersendiri untuk perangkat yang membutuhkan daya listrik besar

Contoh peralatan rumah tangga yang memiliki daya listrik cukup besar adalah water heater, pompa air, serat AC. Ada baiknya jika anda menggunakan jalur listrik tersendri untuk beberapa perangkat yang telah disebutkan mengingat daya yang dibutuhkan cukup besar bisa saja menganggu penggunaan listrik yang lain dan memicu hal yang berbahaya. Dengan pembagian jalur listrikyang tepat maka kabel yang anda gunakan akan lebih awet karena beban arus yang tidak banyak. Serta penggunaan listrik pada perangkat lain seperti lampu akan lebih stabil

5.      Jika perlu lakukan grounding

Saat melakukan instalasi listrik, sebaiknya anda menambahkan mekanisme grounding tujuannya agar rumah lebih aman dan terhindar dari sengatan listrik saat daya listrik membesar secara  mendadak misalnya saat tersambar petir atau perawatan dari PLN. Grounding adalah teknik menyalurkan listrik yang berasal sari blok MCB ke dalam tanah, sehingga dapat mencegah terjadinya ledakan listrik di rumah anda.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *