Ternit Gypsum Anda Jebol Mendadak? Simak Berbagai Penyebabnya

Ternit Gypsum Anda Jebol Mendadak? Simak Berbagai Penyebabnya

Apakah rumah anda memiliki ternit atau plafon? Plafon atau yang lebih dikenal dengan langit-langit adalah bagian dari konstruksi banguna, fungsinya sendiri sebagai pembatas tinggi antara atap dan ruangan. Fungsi lain adalah menjaga keamanan, kenyamanan, dan keindahan ruangan rumah anda. pada dasarnya plafon dibuat dengan tujuan untuk mencegah cuaca panas atau dingin terpapar langsung ke dalam rumah setelah melalui atap.

Akan tetapi seiring berkembangnya waktu, plafon tak hanya sekadar penghambat dingin atau panas, namun juga hiasan interior untuk meningkatkan estetika di rumah. Sebenarnya ada berbagai jenis plafon yang dapat anda temui di pasangan mulai dari kayu, triplek, lembar semen esbes, hardboard, softboard, accustic tile, particel board, aluminium, dan gypsum. Jenis gypsum inilah plafon yang paling populer, karena perawatan yang cukup mudah.

Hal ini karena, plafon gypsum memiliki banyak variasi, apalagi untuk aksesoris dalam rumah terutama bagian sudut, tengah dan lisnya. Gypsum sendiri memiliki beragam warna adan ukuran, sehingga anda dapat menggunakan gypsum sesuai dengan kebutuhan rumah.

Mengapa banyak orang menyukai gypsum?

Saat ini sudah banyak rumah yang memasang plafon gypsum untuk langit-langit rumah mereka. Banyak orang yang menilai jika nilai keindahan yang dihasilkan dari plafon gypsum sangat baik, rapi, rata, dan mulus seakan tak ada sambungan. Gypsum juga sangat mudah untuk dibentuk menjadi beraneka plafon, dari bentuk konvensional hingga berwujud katedral. Bukan hanya itu, plafon gypsum menjadi indikator apakah atap rumah anda mengalami kebocoran atau tidak.

Kelebihan lain yang dimiliki jenis plafon ini ialah jika mengalami kerusakan pada bagian tertentu, plafon gypsum cenderung mudah diperbaiki dan tidak diperlukan secara total. Proses perbaikannya cukup memotong atau memplaster bagian yang rusak.

Penyebab plafon mendadak roboh

Meskipun memiliki kelebihan ternyata gypsum juga memiliki kekurangan, salah satunya adalah mudah hancur. Bahkan dibandingkan jenis plafon lain, plafon gypsum cenderung lebih rapuh. Bahkan bisa roboh secara mendadak. Apa saja penyebabnya? Simak pembahasan berikut ini.

1.      Gypsum tidak tahan terhadap air

Plafon gypsum cenderung lebih rentan terhadap air. Jika terjadi rembesan air pada atap rumah anda, dan mengenai plafon. Maka akan menimbulkan noda dan jamur pada permukaan plafon. Selain itu, lama-kelamaan plafon akan hancur bahkan berkemungkinan plafon akan roboh sewaktu-waktu.

2.      Proses pemasangan yang kurang benar

Jenis plafon ini sebenarnya sangat cocok untuk rumat yang atapnya adalah pelat beton karena kemungkinan kebocoran sangat minim. Komponen yang dipakai pada pemasangan gypsum adalah sekrup, dan bubuk gipsum (compound). Bubuk tersebut berfungsi sebagai lem pada setiap sambungan dan ornamen yang ada di plafon. Dalam proses pemasangannya, biasanya dikerjakan dengan cara diplester terlebih dahulu. Akan tetapi, jika pemasangannya kurang tepat maka berkemungkinan plafon akan roboh.

3.      Mengalami benturan dengan benda keras

Tak hanya rentan terhadap air, plafon gypsum juga rentan terhadap benturan. Kembali lagi ini karena strukturnya yang rapuh sehingga membuat gypsum tidak tahan terhadap benturan. Untuk itu anda harus berhati-hati saat sedang membersihkan langit-langit rumah.

4.      Pemasangan di area yang tak tepat

Jika anda ingin memasang plafon gypsum di rumah maka ada beberapa ruangan yang sebaiknya anda hindari terutama ruangan yang lembab dan basah seperti kamar mandi atau bagian eksterior rumah. Bukan hal yang tidak mungkin jika plafon gypsum anda akan roboh kapan saja, mengingat jika material in sangat rentan terhadap kelembaban yang tinggi. Untuk meminimalisir hal ini lapisi gypsum dengan cairan waterproof.

Pintu Atau Jendela Rumah Menjadi Berderit? Simak Cara Mengatasinya

Pintu Atau Jendela Rumah Menjadi Berderit? Simak Cara Mengatasinya

Pintu dan jendela adalah komponen penting dalam membangun rumah. Selain sebagai akses keluar masuk, pintu dan jendela dapat berfungsi sebagai penerangan di siang hari dan tempat untuk sirkulasi udara.

Akan tetapi, saat terdengar suara berderit dari pintu tentu akan membuat anda merasa jengkel. Bunyi derit tersebut bisa disebabkan oleh kondisi pintu atau jendela yang telah tua. Namun, jika kondisi pintu dan jendela masih bagus dan baru maka ada baiknya anda melakukan pengecekkan sebelum menimbulkan masalah di kemudian hari. Bunyi derit dari pintu atau jendela bisa jadi tanda jika bagian engsel kering saat dibuka atau ditutup. Bukan hanya menimbulkan suara yang tidak nyaman, namun hal ini akan membuat engsel semakin aus.

Berbagai jenis engsel

Setelah mengetahui jika bunyi derit disebabkan oleh engsel yang kering tentu anda haru segera melakukan perbaikan pada bagian tersebut. Engsel sendiri biasanya terbuat dari besi, kuningan, plastik hingga logam campuran. Sebelum memperbaiki engsel ada baiknya kita mengenal beberapa jenis engsel berikut ini:

1.      Engsel model bubut

Jenis engsel pertama adalah model bubut, model ini berbentuk tabung dan lubang pada bagian tenganya. Engsel model bubut ini terbuat dari besi, biasanya digunakan untuk pintu dengan bobok yang berat seperti pintu kayu jati asli.

2.      Engsel model sendok

Apakah anda pernah mengamati engsel yang ada di lemari atau laci meja? Kedua perabotan tersebut biasanya menggunakan engsel model sendok. Model engsel sendok sendiri terbagi dalam dua bagian yakni model lurus dan model bengkok. Model lurus biasanya digunakan pada bagian luar dan engsel bengkok untuk dipasang pada bagian dalam pintu.

3.      Engsel model kupu-kupu

Engsel ini berbentuk seperti hewan kupu-kupu, dengan tabung silinder di tengah dan besi pipih di kanan kirinya. Pada bagian sayap besi terdapat lubang berukuran kecil yang digunakan untuk menempatkan baut. Biasanya engsel ini dipakai pada pintu yang berbobot ringan.

4.      Engsel model patrom

Jenis ini sangat tepat digunakan pada rumah dengan konsep minimalis dengan kemungkinan akan direnovasi dalam waktu mendatang. Model ini tersedia dalam berbagai ukuran, sehingga anda dapat memilihnya sesuai dengan kebutuhan.

5.      Engsel model piano

Engsel model ini kabarnya pernah dipakai untuk menutup alat musik piano. Akan tetapi seiring berjalannya waktu engsel model ini, sering diaplikasikan pada lemari atau jendela. Engsel ini sangat cocok jika anda sedang melakukan penghematan untuk revonasi rumah.

Cara mengatasi suara berderit pada pintu dan jendela

Jika pintu atau jendela rumah anda telah berderit maka sesegera mungkin diperbaiki. Untuk menyelesaikan masalah ini tidak terlalu rumit anda cukup gunakan pelumas, minyak goreng di dapur atau oli bekas. Pada bagian engsel dan grendel yang kering lumasi dengan cairan tersebut, cara ini dinilai cukup  efektif untuk mengatasi bunyi derit pada pintu dan jendela.

Setelah anda melumasi engsel, cobalah cek kembali bagian bautnya, karena bisa jadi bunyi derit disebabkan oleh kendutnya baut pada engsel. Jangan lupa kencangkan jika baut-baut tersebut kendur. Jika baut tersebut tak bisa dikencangkan kembali, maka tandanya bagian tersebut longgar dan anda perlu menggantinya dengan yang baru dan berukuran lebih besar.

Jika bunyi deritan pintu atau jendela telah hilang, jangan lupa melakukan pemeriksaan secara rutin pada engsel dan bautnya. Lumasi kembali jika engsel mulai kering, serta kencangkan baut-baut yang kendur. Selain itu, bersihkan setiap debu yang menempel. Perawatan yang rutin akan membuat pintu atau jendela tidak berderit lagi.

 

Khawatir Rumah Kemalingan? Tingkatkan Keamanan Dengan Teralis

Khawatir Rumah Kemalingan? Tingkatkan Keamanan Dengan Teralis

Selain sebagai tempat tinggal rumah juga memiliki fungsi penting lainnya, salah satunya adalah sebagai tempat berlindung dari berbagai hal yang mengancam di luar sana. Untuk itu sebagai penghuni rumah selain memperhatikan tingkat kenyamanan, keamanan rumah pun juga tak boleh luput. Terkadang meskipun anda tinggal di lingkungan yang tenang, tetap saja rasa khawatir akan hal buruk yang mungkin terjadi selalu menghantui anda dan keluarga. Apalagi jika anda tinggal di lingkungan yang rawan akan pencurian atau kemalingan.

Tentu istilah ‘sedia payung sebelum hujan’ perlu anda lakukan saat ini. Berikut ini ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk meningkatkan keamanan rumah anda.

Tips meningkatkan keamanan rumah

Agar berbagai tindak kejahatan tidak dialami oleh anda dan keluarga berikut ini adalah cara mencegahnya antara lain:

1.      Pastikan kondisi semua kunci pintu rumah normal

Langkah pertama dan yang paling mudah anda lakukan adalah memastikan jika kondisi semua kunci pintu dan jendela rumah berkerja dengan baik. Apabila ada salah satu kunci yang telah aur, rusak, tidak dapat berfungsi dengan baik, segera perbaiki atau ganti dengan yang baru. Jangan membiarkannya terlalu lama karena itu akan membuat pintu sulit terbuka/tertutup hingga menjadi karat.

2.      Tambahkan teralis pada jendela rumah

Agar keamanan rumah anda semakin meningkat maka anda bisa menambahkan teralis pada  jendela di rumah. Adanya teralis akan mempersulit pencuri masuk dalam rumah melalui jendela. Selain itu teralis pada jendela yang besar akan menambah unsur estetik pada rumah anda.

Ada banyak jenis teralis jendela yang dapat anda pilih seperti:

  • Teralis jendel vertikal, teralis ini merupakan kombinasi dari tiang besi yang berdiri tegak secara horizontal biasanya dilengkapi dengan lekukan sederhana.
  • Teralis jendela ukiran, teralis ini cenderung dibandrol dengan harga yang mahal karena ukirannya yang cukup rumit dan bahan bakunya terbuat dari besik dan lapisan kuningan

3.      Jangan menaruh kunci rumah di tempat yang mudah ditebak

Setiap meninggalkan rumah, terkadang beberapa orang terbiasa menaruh kuncinya di tempat-tempat yang mudah di tebak seperti bawah pot atau keset, tumpukan batu, atau bongkahan bata. Biasanya hal ini dilakukan jika ada anggota keluarga yang datang sebelum mereka pulang. Akan tetapi, hal ini ternyata kurang baik. karena bisa saja kunci tersebut digunakan oleh pencuri untuk masuk ke rumah anda. Sebaiknya, anda menduplikat kunci pintu rumah anda sesuai jumlah anggota keluarga. Sehingga setiap orang akan membawa satu dan rumah akan lebih aman dari pencurian.

4.      Mematikan peralatan elektronik dan alat masak saat pergi keluar rumah

Saat anda pergi berlibur atau sedang mudik ke kampung halaman, maka ada baiknya matikan semua peralatan elektronik di rumah anda untuk meminimalisir terjadinya kebakaran yang disebabkan oleh korsleting listrik. Bukan hanya itu, perhatikan pula alat-alat dapur khususnya kompor gas. Ada baiknya anda melepas regulator selama berpergian sehingga mencegah terjadinya kebocoran gas.

5.      Pasang CCTV pada sudut rumah

Cara ini terbukti sangat ampuh dalam meningkatkan keamanan di segala tempat, baik kantor, pertokoan hingga rumah pribadi. Anda dapat mengetahui pelaku kejahatn dari rekaman CCTV. Memang membutuhkan biaya lebih namun demi keamanan keluarga, tak ada salahnya memasang CCTV di rumah.

6.      Jika perlu gunakan aplikasi pengawas rumah

Saat ini semua telah dimudahkan dengan teknologi, dengan memanfaatkan kamera CCTV anda dapat mengawasinya secara langsung dengan ponsel. Sehingga meskipun berada di luar rumah anda dapat memantau apa yang terjadi di sana.

Ingin Memasang Rolling Door Di Toko? Simak Tipsnnya

Ingin Memasang Rolling Door Di Toko? Simak Tipsnnya

Siapa yang tidak tahu jenis pintu ‘Rolling door’? Rolling door merupakan pintu yang cara penggunaannya dengan digulung ke atas saat membuka dan menariknya ke bawah saat hendak ditutup. Umumnya rolling door sendiri terbagi dalam dua tipe yakni manual dan automatic. Tipe manual biasanya menggunakan tenaga manusia untuk membuka atau menutup pintu. Sedangkan tipe automatic cukup menggunakan tombol remote untuk membuka atau menutupnya. Karena ukurannya yang lebar jenis pintu ini biasanya dipakai untuk toko atau garasi rumah. Jika anda berminat membuka toko maka tak ada salahnya memasang jenis pintu ini, karena akses antara pembeli dan penjual yang mudah jadi transaksi pun dapat berjalan lancar.

Berbagai jenis komponen yang ada pada rolling door

Sebelum membahas pemasangan rolling door ada baiknya anda mengetahui berbagai komponen yang ada pada pintu tersebut antara lain:

  • Slet pintu
  • Dudukan tiang
  • Per
  • Polu alma jepang
  • Dudukan pipa
  • Grendel tiang
  • Handle
  • Grendel tangga kuncian
  • Klotok

Tips memasang rolling door

Karena pemakaian yang mudah dan jua lebih ringan membuat banyak orang yang menyukai rolling door. Biasanya pintu ini disediakan termasuk dalam jasa pemasangannya. Namun jika anda berniat untuk memasangnya sendiri maka berikut ini adalah tips memasang rolling door antara lain:

1.      Langkah pertama

Pintu rolling door terbagi menjadi dua bagian sisi lebar dan sisi kecil, pada bagian kecil tidak dapat diisi pe atau pegas pada kedua sisinya. Sehingga anda perlu memasang per atau pegasnya pada bagian salah satu sisinya. Anda dapat memasang di sisi kanan atau kiri. Untuk menentukan posisi pegas, biasanya berdasaarkan pada arah pegas yang harus dihadapkan ke lubang dauh pintu.

2.      Langkah kedua

Pada bagian roda yang tak terhubung dengan pegas jangan dipaksakan untuk terangkut pada bagian pully yang memiliki bagian terkait dengan pegas.

3.      Langkah ketiga

Panjang pipa yang anda gunakan perlu dipotong 1 cm dari box agar selama proses pemasangannya lebih mudah. Sebelum memasang pintu dalam box, hal yang selanjutnya dilakukan adalah memasang tempat duduk pipa dengan meletakannya tepat di atas bagian tengah pipa.

Agar menghindari kesalahan dalam proses pemasangan pintu ada baiknya anda meminta bantuan seorang ahli atau menggunakan jasa pasang pintu yang disediakan oleh produsen rolling door. Mengingat pemasangan rolling door sendiri memerlukan ketelitian dan kecermatan sehingga dibutuhkan tenaga profesional agar pintu dapat terpasang dengan baik. Apalagi untuk merakit komponen penggerat yang ada pada box atas, serta pemasangan tiang pilar pada tembok dan pemasangan kunci dan handle tentu memerlukan kejelian. Jika anda tidak familiar maka bisa jadi pintu tidak dapat berfungsi dengan baik.

Berbagai kerusakan yang sering terjadi pada rolling door

Bukan hanya dari segi pemasangan, untuk perawatannya sendiri tentu perlu anda perhatikan. ada beberapa kerusakan yang paling umum terjadi misalnya pintu menjadi macet dan berat jika dibuka ataupun ditutup. Atau pintu menjadi miring sebelah. Selain itu ada beberapa masalah lain seperti:

  • Perangkat box yang tak dapat bekerja
  • Bagian slat atau jauh pintu yang jebol hingga robek
  • Rolling door yang nyangkut

Jika anda mengalami kerusakan tersebut bisa jadi disebabkan oleh per rolling door yang rusak, roda yang tak berfungsi hingga epasa gulungan per rolling door yang harus diganti. Jika sudah demikian segera hubungi tukang untuk memperbaikinya.

Berbagai Penyebab Yang Membuat Listrik Di Rumah Sering Padam

Berbagai Penyebab Yang Membuat Listrik Di Rumah Sering Padam

Apakah arus listrik di rumah anda tiba-tiba mati padahal sedang asyik menonton TV bersama keluarga atau sedang asyik streaming film di kamar. Tentu wajah anda yang sebelumnya senang karena akting para pemain berubah menjadi kesal karena arus listrik yang tiba-tiba terputus. Penyebab listrik padam tak selamanya disebabkan oleh masalah pada arus listrik pusat. Namun ada beberapa hal yang mungkin anda lakukan di rumah sehingga listrik menjadi padam.

Apabila arus listrik di rumah anda hanya turun maka tak perlu cemas. Ada beberapa faktor yang menyebabkan listrik di rumah anda turun. Untuk lebih jelasnya anda dapat menyimak pembahasannya di bawah ini.

1.      Ada kemungkinan anda menggunakan arus listrik melebihi daya

Setiap rumah tentu memiliki daya listrik yang berbeda-beda. Ada yang rumah yang berdaya listrik 450 watt, 900 watt, hingga 900 watt atau lebih. Daya listrik yang semakin besar, maka semakin banyak alat-alat elektronik yang dapat anda gunakan di rumah dalam waktu bersamaan.

Sebaliknya, jika daya listrik di rumah anda semakin kecil, maka penggunaan alat eletronik yang dapat dinyalakan pun menjadi terbatas. Untuk itu, cobalah mencari tahu berapa besarnya daya listrik yang terpasang di rumah anda. Jika dayanya hanya sebesar 900 watt, maka tandanya anda harus membatasi jumlah penggunaan alat-alat elektronik untuk menghindari arus listrik turun.

2.      Kemungkinan ada kesalahan dalam proses instalasi atau pemasangan listrik di rumah

Pemasangan arus listrik di rumah tentu tidak boleh sembarang. Jika ada kesalahan pada proses instalasi, maka hal ini akan berdampak pada arus listrik di rumah yang sering turun. Untuk mengatasi masalah ini, ada baiknya anda menggunakan jasa ahli bidang kelistrikan atau petugas PLN agar dapat memproses berbagai kesalahan yang terjadi pada proses instalasi.

Proses pengecekan ini tentu memerlukan biaya. Sehingga anda harus menyediakan uang ekstra saat petugas PLN datang ke rumah untuk memeriksa kondisi listrik anda secara keseluruhan. Ingat, jangan karena tak ingin mengeluarkan uang anda jadi mengabaikan kenyamanan rumah.

3.      Kemungkinan terdapat masalah pada MCB listrik

MCB atau kepanjangan dari Mini Circuit Breaker merupakan alat yang digunakan untuk memutuskan sambungan arus listrik saat sedang kelebihan beban. Jika MCB di rumah anda rusak, maka arus listrik tidak akan hidup sebelum anda memperbaiki MCB tersebut.

Untuk itu, rawatlah MCB di rumah anda dengan baik. Jangan ragu untuk melakukan pengecekan secara berkala, terutama saat arus listrik di rumah sering tiba-tiba mati. Namun, jika MCB tersebut telah rusak, sesegera mungkin anda menggantinya dengan yang baru.

4.      Kemungkinan lain, pemasangan sekring yang kurang kencang

Jika pemasangan sekring longgar maka ada kemungkinan besar listrik lebih mudah terputus. Entah karena sekring yang terlalu panas, atau karena arus listrik yang terlalu berat. Untuk itu, cara terbaik yang dapat anda lakukan adalah menggunakan kotak circuit breaker otomatis sebagai pengaman. Pemasangan kotak sekring sendiri terbilang cukup mudah, bahkan anda bisa melakukannya sendiri di rumah. Akan tetapi, yang perlu diingat jika segala arus listrik di rumah anda telah dimatikan sebelumnya sehingga meminimalisir terjadinya korsleting.

5.      Penggunaan kabel yang tak sesuai standar bisa jadi penyebab

Kabel yang anda pakai untuk mengalirkan arus listrik di rumah tentu memiliki standar tertentu. Standar tersebut bisa menurut PLN atau menurut SNI. Dalam proses instalasi sendiri biasanya ada 3 jenis kabel yang sering dipakai yaitu NYA, NYM dan NYY. Semakin besar ukuran kabel maka semakin besar daya listrik yang mengalir.

Siap-Siap Merawat Rumah Saat Musim Penghujan Datang

Siap-Siap Merawat Rumah Saat Musim Penghujan Datang

Indonesia merupakan negara beriklim teropis, dimana ada dua musim yang dilalui setiap tahun yakni musim kemarau dan musim penghujan seperti ini. Tentu setiap musim yang telah dilalui perlu kita syukuri bersama. Namun, terkadang untuk menghadapi musim kita perlu menyiapkan diri agar lebih nyaman menjalani aktivitas baik di dalam maupun di luar rumah.

Selain menjaga kesehatan tubuh, rumah juga harus anda rawat selama musim penghujan ini. Apalagi di musim penghujan akan lebih banyak waktu yang dihabiskan di rumah. Untuk itu anda perlu memperhatikan rembesan air hujan, cipratan tanah dari luar hingga tembok kamar yang mulai lembab atau berjamur. Semua itu tentu akan membuat kita kurang nyaman bukan? Untuk itu berikut ini adalah tips merawat rumah agar tetap bersih dan nyaman di musim penghujan, antara lain.

1.      Periksa dinding rumah agar tidak lembab ataupun muncul jamur

Di musim penghujan ternyata dinding rumah menjadi rentan terkelupas dan berjamur. Hal ini karena air hujan yang masuk dari dinding bagian luar kemudian meresak ke dalam. Bukan hanya itu, rembesar dari langit-langit atau plafon juga mengalir ke dinding apabila didiamkan begitu saja maka hal tersebut akan membuat terktur dindin lebih rapuh. Untuk itu ada baiknya anda melapisi dinding dengan cat anti bocor agar tetap aman selama musim hujan ini.

2.      Cek listrik dan peralatan elektronik di rumah

Suhu udara yang lebih lembab selama musim hujan berlangsung tentu dapat membuat kabel listrik di rumah menjadi mudah terkelupas dan rapuh. Untuk itu, pastikan kembali kabel listrik telah terbungkus dengan rapat dan rapi. Jika anda menemukan kerusakan maka segera perbaiki atau ganti dengan kabel yang baru. Selain itu, jauhkan alat-alat elektronik di rumah dari tempat-tempat yang mudah basah agar tiak terjadi korseling, kebakaran, dan sengatan listrik yang mengancam keselamatan anggota keluarga. Serta alat elektronik anda tidak akan rusak karena terkena air.

3.      Lindungi furnitur rumah khususnya yang berbahan dasar kayu

Melindungi perabotan rumah agar tidak mudah rusak saat musim penghujan tentu hal yang tidak boleh diabaikan. Apalagi furnitur yang terbuat dari kayu seperti meja, kursi, rak buku dan lain-lain. Usahakan anda menjauhkan barang-barang tersebut dari tempat yang mudah terciprat air seperti jendela atau pintu. Jika anda menggunakan lantai kayu, maka usahakan lantai tetap kering. Hal ini karena kayu yang dibiarkan lembab akan mudah lapuk dan rusak.

4.      Gunakan disinfektan untuk membersihkan lantai rumah

Ruangan yang lembab tentu akan menjadi sarang kuman dan tempat untuk berkembang biak. Tentu kuman yang ada di rumah anda akan menjadi sumber penyakit bagi seluruh penghuni rumah. Untuk itu sesering mungkin membersihkan rumah dengan memakai disinfektan. Yang merupakan bahan kimia pembunuh kuman.

5.      Memastikan ventilasi udara berfungsi baik

Ventilasi berguna untuk udara segar dapat mengalir ke dalam rumah sehingga hal ini mencegah rumah menjadi lembab. Jika terjadi hujan deras maka, tutup ventilasi udara, setelah reda anda boleh membukanya kembali. Ingat pastikan ventilasi berfungsi dengan baik.

6.      Periksa atap dan langit-langit rumah

Yang paling penting adalah periksa atap dan langit-langit rumah anda. Jangan sampai terjadi kebocoran selama musim penghujan ini. Cobalah pastikan apakah ada genting yang pecah atau bergeser? Selain itu ada baiknya anda melapisi genting dengan cat anti bocor pada setiap sambungannya. Sehingga atap lebih aman dari kebocoran.

Jika terjadi kebocoran atau rembesan air, maka segera perbaiki langit-langit rumah anda. jika tidak langit-langit akan berjamur bahkan roboh.

Selain Rembesan Air, Penyebab Lain Yang Membuat Plafon Gysum Roboh

Selain Rembesan Air, Penyebab Lain Yang Membuat Plafon Gysum Roboh

Apa di rumah anda terdapat plafon? Plafon atau yang lebih dikenal dengan langit-langit rumah adalah bagian dari konstruksi bagunan yang memiliki fungsi untuk membatasi tinggi ruangan dalam rumah. Bukan hanya itu, plafon juga berfungsi sebagai keamanan, kenyamanan, dan keindahan rumah. Adanya plafon di rumah anda juga digunakan untuk menutupi bagian dalam kerangka atap serta mencegah cuaca panas atau dingin tidak langsung masuk ke dalam rumah.

Saat ini sudah banyak plafon yang mempercantik bagian interior rumah atau bangunan tertentu. Ada berbagai bahan-bahan yang digunakan untuk membuat plafon, yakni kayu, triplek, lembar semen asbes, hardboard, softboard, accoustic tile, particle board, aluminium, serta gypsum.

Dari berbagai jenis plafon yang disebutkan plafon gypsum lah yang paling populer dikalangan masyarakat Indonesia. Hal ini karena perawatan yang mudah variasi yang dijual di pasaran juga lebih banyak, khususnya untuk aksesori di bagian sudut tengah dan lisnya. Selain itu, gypsum juga memiliki beragam warna dan ukuran yang berbeda-beda. Hal ini yang membuat plafon gypsum sangat cocok dihati banyak orang.

Yang perlu anda pahami dalam merawat plafon gypsum

Selain perawatannya yang mudah, jenis plafon ini cenderung lebih cepat pengerjaannya. Namun seperti jenis yang lain ada beberapa kekurangan yang dimiliki yakni mudah hancur, sehingga sangat mungkin jika sewaktu-waktu plafon akan roboh. Untuk itu simak beberapa penyebab plafon gypsom roboh antara lain:

1.      Tidak tahan terhadap air

Dibandingkan jenis lainnya plafon gypsum cenderung sangat rentan terhadap air. Apabila terdapat rembesan air di atap rumah yang mengenai bagian platfon maka hal ini bukan hanya menimbulkan noda hitam atau jamur saja. Namun juga membuat plafon menjadi hancur. Jika bagian yang hancur tidak sedikir, maka sangat memungkinkan plafon rumah anda akan roboh kapan saja.

2.      Proses pemasangan yang kurang tepat

Meskipun proses pengerjaannya lebih cepat, bukan berarti mustahil jika tak ada kesalahan pada proses pemasangannya. Jenis plafon ini sangat tepat dipasang pada rumah yang dengan pelat beton sebagai penutup atap. Selain menggunakan sekrup, bubuk gypsum (compound), yang berfungsi sebagai lem di tempat sambungan juga diperlukan. Pemasangan sambungan gypsum sendiri biasanya dilakukan dengan diplester dahulu. Jika proses pemasangan salah seperti kesalahan pada sambungan maka bisa saja plafon akan roboh.

3.      Terkena benturan

Bukan hanya tidak tahan terhadap air. Plafon gysum juga rentan terhadap benturan, hal ini karena struktur gypsum yang mudah rapuh sehingga tidak tahan terhadap benturan yang keras. Untuk itu anda perlu menjaga gypsum dari benturan yang mungkin terjadi misalnya saat anda membersihkan rumah khususnya pada langit-langit rumah.

4.      Terpasang di area yang kurang tepat

Plafon bisa roboh jika anda menaruhnya ditempat yang tidak tepat. Misalnya memasang plafon pada kamar mandi, eksterior rumah atau bagian-bagian rumah lain yang memiliki tingkat kelembapan yang tinggi. Ingat plafon inti tidak tahan terhadap air, bukan tidak mungkin jika nanti plafon akan roboh dalam waktu yang singkat. Kelembapan yang tinggi membuat strukturnya menjadi sangat rapuh. Disarankan anda menggunakan plafon gypsum yang waterproof.

5.      Penyangga yang kurang kuat

Penyebab yang terakhir adalah penyangga atau penyokong plafon yang tidak kuat. Mengingat jika gypsum rentak, maka dibutuhkan bahan penyangga yang kuat. Jika tidak plafon bisa saja roboh meskipun anda tak menemukan tanda kebocoran.

Jenis Saluran Air Di Rumah Anda, Mana Yang Paling Cocok?

Jenis Saluran Air Di Rumah Anda, Mana Yang Paling Cocok?

Adanya saluran air hujan atau talang air di rumah anda tentu menjadi point penting. Talang air memiliki fungsi mengumpulkan dan mengalirkan air hujan yang jatuh ke atap kemudian mengalir ke tempat yang di tuju, seperti saluran air hujan, sumur resapan, tangki penampungan air hujan dan lain sebagainya. Air hujan yang mengalir tidak sesuai dengan rencana tentu akan menimbulkan masalah baru, misalnya rembesan air hujan pada dinding, plafon, sambungan atap, kebocoran dan lain-lain. Letak talang air sendiri di bagian luar rumah dan dipasang di sekitar atap. Pemasangannya sendiri ada vertikal dan horizontal.

Ada berbagai macam material talang air yang dapat anda gunakan untuk rumah anda. Untuk mengetahui mana yang paling cocok, simak pembahasannya di bawah ini:

1.      Saluran air hujan beton cor

Jenis ini memerlukan perencanaan yang tepat, dan dibuat bersamaan dengan desain bentuk atap rumah anda. Proses pembuatan saluran air beton cor sendiri membutuhkan waktu yang lebih lama, karena anda harus mengunggu cor benar-benar kering sehingga bisa digunakan. Apabila terjadi kesalahan dalam proses pembuatan maka saluran air akan bermasalah seperti mudah retak dan bocor.

Biaya produksi yang lebih mahal dibandingkan jenis lainnya. Namun, jika sudah demikian anda dapat mengakalinya dengan melapisi bagian yang retak dengan menambah bobot berat pada struktur bagunan di bagian bawah. Selain itu, lapisi juga dengan cat pelindung anti bocor agar saluran lebih kuat terhadap rembesan air.

2.      Saluran air hujan berbahan seng

Jenis saluran air lainnya adalah berbagan dasar seng, jenis ini ternyata yang paling sering digunakan oleh masyarakat Indonesia. Karena harga saluran air berbahan seng relatif murah dan mudah dibentuk. Selain itu, saluran ini juga lebih praktik untuk diaplikasikan karena cepat dikerjakan serta sangat fleksibel untuk mengikuti bentuk atap rumah.

Meskipun banyak kelebihannya, saluran air berbahan seng ini memiliki kelemahan, yakni rentan terhadap karat. Saat hujan turun dengan intensitas yang tinggi, maka menimbulkan suara yang berisik. Selain itu, karena mudah berkarat, jenis seng ini tidak dapat bertahan lama.

3.      Saluran air hujan berbagan PVC

Jenis lain yang tak kalah populer adalah saluran air berbahan PVC. Saluran ini umumnya digunakan sebagai talang penampung air hujan sebelum mengalir ke tempat yang di tuju. Untuk harganya sendiri saluran air berbagan PVC cenderung murah dan tidak mudah berkarat ataupun berisik saat turun hujan seperti seng. Ketahanannya sendiri cenderung lebih pendek dibanding talang seng ataupun beton cor.

4.      Saluran air berbahan logam

Metial logam lain yang digunakan untuk saluran hujan air rumah-rumah adalah saluran air galvalum. Galvalum sendiri sebenarnya masih bagian dari seng, akan tetapi materialnya ditambah bahan aluminium. Dibandingkan dengan berbahan seng, galvalum memiliki kekuatan dan ketahanan yang lebih baik. Sehingga bahan ini anti terhadap, karat, keropos dan rayap. Jadi pemakaiannya cenderung lebih lama atau awet.

5.      Saluran air hujan karpet

Yang terakhir adalah saluran air karpet, umumnya jenis ini terbuat dari lembaran sejenis plastik. Bobotnya lebih ringan dan harga yang cenderung lebih murah. Akan tetapi, jika anda telah menggunakannya lama, maka karpen akan menjadi robek dan saluran air pun rusak. Saluran air jenis ini sangat fleksibel namun tidak tahan dengan perubahan cuaca yang ekstrim. Untuk itu perlu pengecekan secara berkala agar dapat segera diganti jika terjadi kerusakan atau robek

Hal Sepele Yang Menyebabkan Kebocoran Rumah

Hal Sepele Yang Menyebabkan Kebocoran Rumah

Musim telah berganti, datangnya hujan terkadang tidak bisa diprediksi. Terkadang datangnya hujan menjadi PR tersendiri bagi anda, ya kebocoran. Atap rumah yang bocor tentu mengganggu anda dan kelurga, tidur menjadi tidak nyenyak hingga rumah dipenuhi oleh ember.

Selain membuat dinding dan plaforn lembab. Kebocoran juga bisa membahayakan anda. Bisa saja air yang menetes mengenai bagian aliran listrik di rumah yang bermasalah, sehingga memicu korsleting. Tentu anda tidak ingin rumah semakin rusak atau keselamatan seluruh anggota keluarga menjadi terancam karena kebocoran bukan? Agar air hujan tak mengikis atap anda sehingga menjadi keropos. Berikut ini ada hal-hal yang sering diabaikan namun ternyata pemicu kebocoran. Simak penjelasannya berikut ini.

Penyebab atap rumah bocor dan cara mengatasinya

Atap yang bocor tentu disebabkan oleh berbagai hal, berbeda penyebab tentu berbeda cara mengatasinya. Untuk lebih jelasnya, simak di bawah ini:

  • Atap yang jarang anda periksa, terkadang hal ini sering diabaikan. Memeriksa atap tentu menjadi hal yang sangat penting, karena anda bisa tahu kira-kira apa yang menjadi penyebab kebocoran.
  • Saluran air yang tidak lancar, menjadi salah satu penyebab yang paling umum. Saluran air yang tersumbat tentu akan membuat genangan air pada atap rumah anda. Hal ini akan membuat kelembaban pada atap kayu serta kebocoran.
  • Lapiran genting yang rusak, bahan lapisan genting atau yang dikenal dengan Flashing memiliki fungsi melindungi genting dari debu maupun air. Saat lapisan ini terkikis maka debu dan air akan lebih mudah masuk ke dalam rumah. Umumnya hal ini disebabkan oleh cuaca yang ekstrim
  • Membrane atap yang rusak, membrane merupakan salah satu bagian penting dari atap. Fungsinya sendiri melindungi atap dari terpaan angin, hujan dan suhu panas. Jika membrane rusak maka air akan mudah mengalir masuk dalam rumah.
  • Pipa yang bocor, penyebab lainnya adalah pipa yang terpasang pada atap terlalu tipi sehingga dapat terobos oleh air dengan mudah.
  • Gendeng yang telah rusak atau bergeser, terkadang cuaca yang ekstrim membuat genteng rumah anda menjadi rusak. Bukan hanya itu angin kencang juga dapat menggeser posisi genteng, sehingga terdapat celah yang membuat air akan masuk ke dalam rumah.

Hal yang sering diabaikan saat memperbaiki atap

Di musim penghujan ini, tentu anda harus detail terhadap hal-hal yang memicu kebocoran, agar lebih mudah bagi anda. Berikut ini adalah penjelasannya:

1.      Periksa ventilasi udara

Atap yang terlalu lembab juga menjadi salah satu penyebab kebocoran. Untuk menghindari terjadinya keropos, cobalah untuk memastikan rumah anda memiliki sistem sirkulasi udara yang baik. barikan sebuah jendela atau lubang di sisi atap atau bawah gendeng sehingga ruang dalam rangka atap rumah tetap kering. Anda cukup membuat ventilasi udara yang berukuran sedang.

2.      Periksa dan perbaiki area yang berdempul

Yang perlu anda tahu jika atap yang sering direparasi terkadang memiliki banyak area berdempul. Area tersebut umumnya telah dilapisi oleh lapisan pelindung anti bocor. Dempulan ini memang tahan air dan berbagai cuaca ekstrim.

Namun lama kelamaan, dempulan pada atap rumah anda juga akan rusak atau terkikir oleh air. Sehingga muncul pori-pori kecil di permukaannya, jadi air hujan akan mudah merembes dan masuk ke dalam rumah. Untuk itu berikan perhatian khusus pada area dempul tersebut. anda bisa mengganti dan mendempul ulang beberapa area yang bermasalah. Selain itu lakukan pergantian reparasi secara teratur dan sesegera mungkin.

Cat Anti Bocor Untuk Atasi Atap Rumah Yang Retak

Cat Anti Bocor Untuk Atasi Atap Rumah Yang Retak

Atap rumah yang rembes atau cobor sering menjadi masalah bagi anda saat musim penghujan datang. Panas matahari yang menerpa selama musim kemarau panjang membuat atap rentan rusak dan mudah tergerus oleh air hujan. Munculnya lubang atau retakan pada atap dak beton tentu harus segera ditambal serta dilapisi cat pelindung anti bocor agar tahan oleh berbagai macam cuaca.

Kebocoran pada rumah anda tentu tidak boleh dibiarkan, karena hal ini lama kelamaan akan merusak kondisi rumah anda seperti plafon serta dinding rumah yang lembab dan berjamur. Tentu ruangan akan menjadi lembah dan mudah cepat rusak karena rembesan air hujan yang masuk. Kondisi ini juga membahayakan kesehatan seluruh anggota keluarga anda. Selain melakukan penambalan pada bagian atap yang retak atau berlubang, tentu anda perlu melapisinya dengan cat anti bocor (waterproofing). Waterproofing sendiri berbahan dasar dari campuran lateks, minyak, dan concrete base sehingga menahan air agar tak masuk ke dalam rumah. Sebelum mengaplikasikan cat tersebut berikut ini ada beberapa ulasan yang harus anda tahu antara lain.

Berbagai jenis cat anti bocor

Untuk jenis cat anti bocor sendiri terbagi menjadi 3 jenis yang dapat anda temui di toko bangunan. Untuk lebih jelasnya berikut ini:

1.      Cat anti bocor coating

Jenis pertama adalah cat anti bocor dengan coating, cat ini terbuat dari styrin acrilic. Cat pelindung jenis ini memiliki daya tahan yang lebih kuat dibandingkan jenis cat pelindung lainnya, akan tetapi hal ini tentu sebanding dengan harga yang dijual lebih tinggi.

2.      Cat anti bocor cementius

Cat anti bocor jenis ini merupakan kombinasi dari dua komponen yakni semen dan tambahan zat adiktif yang berfungsi untuk mengikat beton. Berdasarkan ketahanan cat terhadap paparan sinar matahari, cat anti bocor cementius terbagi dalam dua jenis antara lain cat anti bocor cementius 1 dan 2. Yang pelu anda ingat saat mengaplikasikan cat cementius, lakukan pelapisan lebih dari satu kali agar menghasilkan daya lekat yang lebih besar. Pada pelapisan kedua anda dapat mengecatnya secara menyilang atau berbeda arah.

3.      Cat anti bocor membrane

Jenis cat pelindung terakhir adalah cat anti bocor membrane, jenis cat ini berbahan dasar minyak. Sejenis dengan aspal yang biasanya digunakan untuk membuat atap dak beton.

Lalu bagaimana cara memilih cat yang baik?

Yang perlu anda perhatikan dalam memilih cat anti bocor adalah menyesuaikannya dengan karakter desain atap dan rumah anda. jika anda memiliki atap berbentuk datar yang terbuat dari 1 komponan, maka usahakan anda tidak menggunakan cat anti bocor yang tidak tahan dengan paparan sinar matahari dan mudah rusak. Bukan hanya bagian luar atap, bahkan ruang penghambat panas antara plafon dan ata rumah juga berisiko menimbulkan kebocoran pada atap dak beton bila dibandingkan jenis atap lainnya.

Selain itu, tentu anda harus mempertimbangkan faktor kebersihan. Pilihlah cat anti bocor dengan formula tahan terhadap debu, bakteri serta jamur. Sehingga mudah untuk dibersihkan dan mencegah pelapukan.

Kesalahan yang paling umum terjadi saat mengecat

Kesalahan dalam mengaplikasikan cat tentu membuat fungsinya yang melindungi rumah akan hilang. Kesalahan yang paling umum dilakukan adalah melarutkan cat dengan air yang terlalu banyak. Pada cat anti bocor yang terdiri dari satu komponen, pelarutan ini tentu menimbulkan penyusutan pada bagian atap setelah dilapisi cat.