Berbagai Penyebab Yang Membuat Listrik Di Rumah Sering Padam

Berbagai Penyebab Yang Membuat Listrik Di Rumah Sering Padam

Apakah arus listrik di rumah anda tiba-tiba mati padahal sedang asyik menonton TV bersama keluarga atau sedang asyik streaming film di kamar. Tentu wajah anda yang sebelumnya senang karena akting para pemain berubah menjadi kesal karena arus listrik yang tiba-tiba terputus. Penyebab listrik padam tak selamanya disebabkan oleh masalah pada arus listrik pusat. Namun ada beberapa hal yang mungkin anda lakukan di rumah sehingga listrik menjadi padam.

Apabila arus listrik di rumah anda hanya turun maka tak perlu cemas. Ada beberapa faktor yang menyebabkan listrik di rumah anda turun. Untuk lebih jelasnya anda dapat menyimak pembahasannya di bawah ini.

1.      Ada kemungkinan anda menggunakan arus listrik melebihi daya

Setiap rumah tentu memiliki daya listrik yang berbeda-beda. Ada yang rumah yang berdaya listrik 450 watt, 900 watt, hingga 900 watt atau lebih. Daya listrik yang semakin besar, maka semakin banyak alat-alat elektronik yang dapat anda gunakan di rumah dalam waktu bersamaan.

Sebaliknya, jika daya listrik di rumah anda semakin kecil, maka penggunaan alat eletronik yang dapat dinyalakan pun menjadi terbatas. Untuk itu, cobalah mencari tahu berapa besarnya daya listrik yang terpasang di rumah anda. Jika dayanya hanya sebesar 900 watt, maka tandanya anda harus membatasi jumlah penggunaan alat-alat elektronik untuk menghindari arus listrik turun.

2.      Kemungkinan ada kesalahan dalam proses instalasi atau pemasangan listrik di rumah

Pemasangan arus listrik di rumah tentu tidak boleh sembarang. Jika ada kesalahan pada proses instalasi, maka hal ini akan berdampak pada arus listrik di rumah yang sering turun. Untuk mengatasi masalah ini, ada baiknya anda menggunakan jasa ahli bidang kelistrikan atau petugas PLN agar dapat memproses berbagai kesalahan yang terjadi pada proses instalasi.

Proses pengecekan ini tentu memerlukan biaya. Sehingga anda harus menyediakan uang ekstra saat petugas PLN datang ke rumah untuk memeriksa kondisi listrik anda secara keseluruhan. Ingat, jangan karena tak ingin mengeluarkan uang anda jadi mengabaikan kenyamanan rumah.

3.      Kemungkinan terdapat masalah pada MCB listrik

MCB atau kepanjangan dari Mini Circuit Breaker merupakan alat yang digunakan untuk memutuskan sambungan arus listrik saat sedang kelebihan beban. Jika MCB di rumah anda rusak, maka arus listrik tidak akan hidup sebelum anda memperbaiki MCB tersebut.

Untuk itu, rawatlah MCB di rumah anda dengan baik. Jangan ragu untuk melakukan pengecekan secara berkala, terutama saat arus listrik di rumah sering tiba-tiba mati. Namun, jika MCB tersebut telah rusak, sesegera mungkin anda menggantinya dengan yang baru.

4.      Kemungkinan lain, pemasangan sekring yang kurang kencang

Jika pemasangan sekring longgar maka ada kemungkinan besar listrik lebih mudah terputus. Entah karena sekring yang terlalu panas, atau karena arus listrik yang terlalu berat. Untuk itu, cara terbaik yang dapat anda lakukan adalah menggunakan kotak circuit breaker otomatis sebagai pengaman. Pemasangan kotak sekring sendiri terbilang cukup mudah, bahkan anda bisa melakukannya sendiri di rumah. Akan tetapi, yang perlu diingat jika segala arus listrik di rumah anda telah dimatikan sebelumnya sehingga meminimalisir terjadinya korsleting.

5.      Penggunaan kabel yang tak sesuai standar bisa jadi penyebab

Kabel yang anda pakai untuk mengalirkan arus listrik di rumah tentu memiliki standar tertentu. Standar tersebut bisa menurut PLN atau menurut SNI. Dalam proses instalasi sendiri biasanya ada 3 jenis kabel yang sering dipakai yaitu NYA, NYM dan NYY. Semakin besar ukuran kabel maka semakin besar daya listrik yang mengalir.

Apakah Listrik Di Rumah Anda Sudah Aman?

Apakah Listrik Di Rumah Anda Sudah Aman?

Listrik saat ini sudah menjadi kebutuhan hidup bagi seluruh keluarga Indonesia. Listrik digunakan sebagai penerangan dari rumah ke rumah, sehingga hampir semua daerah di Indonesia kini telah disinari oleh lampur-lampu.

Mengingat pemasangan listrik yang telah merata, tentu menjadi kabar gembira. Namun, sebagai pemiliki rumah tentu anda perlu memastikan apakah instalasi listrik di rumah terpasang baik dan aman. Saat anda hendak memasang instalasi listrik, baik itu pemasangan bagi rumah baru, atau penambahan pada instalasi listrik yang sudah ada. untuk melakukan itu semua, kebanyakan orang memakai jasa tukang listrik agar proses instalasi aman dan tidak memicu korsleting.

Mengingat bahaya yang dapat terjadi jika pemasangan listrik kurang baik dan tidak aman, tentu anda perlu memastikannya sendiri. Akan tetapi, masih ada sebagian orang yang minim pengetahuan mengenai pemasangan instalasi rumah. Untuk memastikan apakah instalasi di rumah anda berkemungkinan kecil mengalami korsleting listrik atau kebaran akibat arus pendek listrik. Berikut ini adalah tanda pemasangan listrik yang aman bagi rumah anda. Simak penjelasannya di bawah ini.

1.      Pastikan instalasi listrik di rumah lengkap dengan MCB

Jika rumah anda memakai listrik dari PLN, umumnya pada bagian KWH-Meter telah dilengkapi dengan MCB. MCB atau Miniature Circuit Breaker merupakan salah satu komponen instalasi yang berfungsi sebagai sistem proteksi pada instalasi apabila terjadi beban berlebihan serta hubung singkat arus listrik atau korsleting.

Untuk mengetahui apakah MCB terpasang sesuai dengan daya listrik sebenarnya mudah yaitu:

  • Jika daya listrik yang terpasang di rumah anda dalah 900 Watt, maka MCB yang dipakai adalah MCB 4A
  • Jika daya listrik yang terpasang di rumah anda dalah 1300 Watt, maka MCB yang dipakai adalah MCB 6A
  • Jika daya listrik yang terpasang di rumah anda dalah 2200 Watt, maka MCB yang dipakai adalah MCB 10A

Pastikan ukuran MCB yang dipasang di rumah anda sesuai dengan daya yang listrik yang terpasang. Selain itu, pilihlah MCB yang berstandar SNI dan terpasang dalam Box MCB.

2.      Lengkapi dengan Pengamanan anti kontak

Selain MCB, instalasi rumah anda juga harus dipasang pengaman anti kontak. Pengamanan Anti kotak biasanya dikenal sebagai Earth Leakage Circuit Breaker atau ELCB, artinya memutuskan sumber listrik jika ada kebocoran listrik ke bumi. Pastikan jika ELCB yang dipakai adalah khusus untuk mengaman kan penghuni rumah atau tukang instalasi dari setruman listrik.

Bukan hanya itu, pastikan pula anti kontak atau ELCB sudah terpasang dengan tepat dan dilengkapi dengan Box pengaman. Penting untuk memastikan keamanan diri dan anggota keluarga dari bahaya sengatan listrik dengan memasing ELCB pada instalasi listrik di rumah anda.

3.      Periksa jenis kabel listrik yang digunakan

Kabel tentu menjadi komponen yang tidak kalah penting, pemasangan jenis kabel yang tidak sesuai dapat mengakibatkan instalasi listrik di rumah menjadi kurang baik dan tidak aman. Untuk itu, pastikan jika kabel listrik yang dipakai anda sesuai dengan kebutuhan. Pilihlah kabel berstandar SNI dan LMK.

4.      Periksa ukuran kabel yang anda pakai

Selain jenis kabel, ukuran kabel tentu juga hal yang tak boleh diabaikan. Ukuran kabeh di rumah harus disesuaikan dengan daya listrik di rumah anda. Apabila ukuran kabel terlalu kecil maka mengakibatkan kabel mudah panas dan terbakar.

Untuk itu, pastikan jika ukuran kabel listrik yang dipakai untuk instalasi listrik di rumah sesuai dengan Kemampuan Handar Arus (KHA).

Untuk Memastikan Instalasi Listrik Di Rumah Aman, Berikut Adalah Tipsnya

Untuk Memastikan Instalasi Listrik Di Rumah Aman, Berikut Adalah Tipsnya

Listrik kini menjadi kebutuhan utama bagi setiap orang, listrik dipakai untuk penerangan rumah, mengisi daya baterai handphone atau laptop, menyalakan media elektronik seperti radio atau TV, hingga mambantu pekerjaan sehari-hari. Untuk itu pemasangan instalasi listri perlu diperhatikan betul agar terhindar dari korsleting atau kebakaran.

Untuk memastikan apakah instalasi listrik di rumah anda aman atau tidak berikut ini ada beberapa tips yang sebaiknya anda perhatikan saat ingin memasang listrik di rumah antara lain:

1.      Memahami denah untuk instalasi listrik

Hal pertama yang pasti anda perhatikan adalah menyesuaikan penempatan box Miniature Circuit Breaker atau MBC, lampu, sakelar, serta stopkontak pada denah rumah anda. Bukan hanya itu saja pastikan pula jumlah stopkontak yang anda miliki cukup untuk seluruh keperluan rumah tangga, posisikan penempatan juga harus disesuaikan dengan kebutuhan penghuni rumah, seperti saklar lampu berada di dekat pintu untuk menghindari adanya kesalahan dan kenyamanan anda dan keluarga pun tidak terganggu.

2.      Gunakan kabel yang berstandar SNI saat melakukan instalasi listrik

Saat anda ingin memasang instalasi listrik di rumah maka wajib menggunakan kabel berstandar SNI. Untuk menjamin jika kabel tidak mudah tekelupas atau terkikis. Penggunaan kabel listrik pun bermacam-macam seperti kabel berdiameter 2,5 cm yang dapat menampung aliran daya listrik hingga 5.000 watt pada rumah yang memiliki luas 70 meter persegi.

Jika ingin menyalurkan listrik pada perangkat rumah tangga seperti lampu, maka disarankan anda memakai kabel dengan diameter 1,5 mm yang aman untuk diaplikasikan pada jalur stopkontak serta lampu dengan daya listrik 100 watt. Selain itu, bungkus kabel listrik dengan pipa conduit lentur, sehingga mempermudah anda dalam penggantian dan menjamin arus listrik tetap stabil meskipun digigit tikus ataupun tergencet sesuatu.

3.      Pembagian jalur kabel saat instalasi listrik

Akan lebih baik jika jalur kabel anda sesuaikan dengan keperluan instalasi listrik di rumah anda, seperti AC, lampu, perlengkapan eletronik dapur, stopkontak, popa air, serta MCB cadangan. MBC atau Miniature Circuit Breaker merupakan salah satu peralatan listrik untuk memutuskan aliran listrik dalam satu grup saluran listrik saat terjadi korsleting ataupun pemakaian yang berlebihan.

4.      Usahakan untuk memisahkan jalur listrik khusus perangkat elektronik ynag membutuhkan daya besar

Untuk peralatan eletronik berdaya besar ada baiknya anda menyendirikan jalur listrik tujuannya agar tidak mengganggu penggunaan listrik peralatan lain dan keamanan penghuni rumah. Contoh peralatan yang membutuhkan daya listrik yang besar adalah AC, Water Heater, serta pompa air. Mungkin anda pernah menemui kasus kelip lampu ruangan yang tidak stabil saat AC dinyalakan, pembagian jalur saat instalasi listrik rumah akan membuat kabel lebih tahan lama karena beban arus listrik tidak terlalu besar.

5.      Gunakan steker yang berkualitas

Salah satu hal yang harus anda perhatikan saat instalasi listrik di rumah adalah penggunaan steker yang berkualitas. Gunakan steker yang stabil dan tidak longgar, terlebih saat terdapat penumpukan pada satu titik. Hal ini dapat berakibat terjadinya lompatan arus dan membuat peralatan listrik lebih cepat rusak jika aliran tidak terkoneksi dengan sempurna.

6.      Selalu cek kualitas instalasi listrik rumah secara rutin

Setelah instalasi listrik di rumah anda telah dilakukan beberapa bulan atau tahun sebelumnya, maka cobalah luangkan waktu untuk melakukan pengecekan aliran arus listrik di rumah anda. Jika anda menemukan kabel yang terkelupas, bengkok, atau selubung yang mulai mengeras maka tandanya anda harus menganggantinya dengan kabel yang baru.

 

Cara Mencegah Korsleting Listrik Di Rumah Anda

Cara Mencegah Korsleting Listrik Di Rumah Anda

Saat ini sudah banyak kasus kebakaran rumah atau bangunan tertentu yang disebabkan oleh korsleting listrik. Tentu adanya berita mengenai kasus tersebut adalah sebuah pembelajaran bagi kita semua agar lebih bijak dalam pemakaian lisrik. Namun apakah anda tahu sebenarnya apa itu korsleting listrik? Mengapa bisa memicu kebkaran? Jika masih keheranan anda bisa menemukan penjelasannya di bawah ini.

Penyebab korsleting listrik

Listrik saat ini memang menjadi kebutuhan pokok sehari-hari tetapi anda harus tahu jika penggunaan yang berlebihan serta tanpa ada pengawasan yang benar maka listrik dapat menjadi sebuah bencana. Korsleting listrik atau hubungan arus pendek adalah sebuah hubungan tahanan listrik yang sangat kecil sehingga mengakibatkan aliran listrik yang sangat besar. Jika anda tak bisa menangani masalah itu maka berkemungkinan besar terjadi ledakan dan kebakaran. Salah satu penyebab yang paling sering dialami adalah kelalaian manusia yang sering kali menyambungkan kabel yang tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku, menyebabkan beban listrik yang berlebihan.

Selain itu, korsleting listrik juga bisa disebabkan karena ada kabel yang terkelupas, sehingga menyebabkan salirangan bertegangan dan menempel ke saluran netral. Jika sudah mendengar hal ini tentu anda semakin sadar banyak hal sepele yang menyebabkan korsleting bahkan bisa-bisa menyebabkan kebakaran. Jelas ini menyeramkan bukan?

Hal yang harus diperhatikan dalam pemakaian listrik

Untuk melakukan pencegahan memang ada beberapa hal yang harus anda perhatikan saat memakai listrik, namun anda perlu memahami bagaimana penggunaan listrik yang aman atau sesuai dengan apa yang dianjurkan oleh Perusahaan Listrik Negara (PLN). Berikut ini adalah hal-hal yang harus anda perhatikan dalam pemakaian listrik untuk mencegah korsleting:

  1. Jangan menyambung secara langsung (bypass) peralatan pengamanan baik itu sekring maupun MCB
  2. Jangan menumpik steker secara berlebihan. Karena hal ini berisiko menimbulkan panas yang berlebihan sehingga memicu terjadinya kebakaran
  3. Gunakan peralatan listrik sesuai dengan standar SNI, jangan hanya harga yang murah anda mengesampingkan kualitas
  4. Jangan biarkan tusuk kontak peralatan seperti TV, radio, atau charger menancap terlalu lama
  5. Hindari penggunaan tusuk kontak yang telalu lebar dan longgar
  6. Untuk menangani masalah listrik terkait pemasangan baru ataupun penambahan daya serahkan pada pihak instalasi resmi.
  7. Pemeriksaan secara rutin minimal 10 tahun setelah pemasangan dan 5 tahun selanjutnya

Untuk melindungi rumah dari kebaran karena korsleting listrik

Semakin banyak kasus kebakaran karena korsleting listrik, lalu apa yang sebaiknya anda lakukan? Menurut Devisi Pusat Data, Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana berpendapat terdapat beberapa cara yang bisa dilkukan untuk mencegahnya kebakaran. Simak beberapa tips di bawah ini:

  1. Cara pertama yang dilakukan adalah hindari penggunaan peralatan dengan beban kapasitas listrik yang berlebihan.
  2. Kedua, hindari pemasangan instalasi listrik yang terlalu banyak sambungan di rumah dengan solatip (isolasi) apabila terkena panas listrik akan mudah memuai dan mengelupas.
  3. Ketiga jika terjadi pemadaman listrik, yang harus anda perhatikan jangan letakan lilin di dekat bahan yang mudah terbakar (contohnya kain, kayu, atau benda lainnya)
  4. Keempat, periksa secara berkala instalasi listrik di rumah anda. Jika ada kabel yang rapuh, stop kontak atau sambungan yang aus atau tidak rapat segeralah ganti dengan yang baru.
  5. Kelima, siapkan selalu alat pemadam kebakaran atau jika tidak anda bisa menyiapkan air, pasir, karung goni yang basah.

5 Hal Yang Harus Anda Perhatikan Saat Memasang Instalasi Listrik Di Rumah

5 Hal Yang Harus Anda Perhatikan Saat Memasang Instalasi Listrik Di Rumah

Saat ini listrik merupakan kebutuhan utama bagi setiap rumah, tanpa listrik rumah akan gelap gulita karena tidak ada lampu yang menerangi, selain itu listrik juga diperlukan untuk mengisi daya baterai handphone anda bukan? Mengingat betapa pentingnya listrik, tentunya memasang instalasi listrik di rumah harus dilakukan secara aman agar rumah terhindar dari korsleting atau kebakaran.

Mengingat jika instalasi listrik merupakan tanggung sang pemilik rumah, berikut ini merupakan 7 hal yang harus anda perhatikan saat memasang instalasi listrik saat hendak membangun atau merenovasi rumah agar aman dari bahaya antara lain :

1.      Ketahui denah untuk memasang instalasi listrik di rumah

Hal pertama yang harus anda perhatikan saat memasang instalasi listrik rumah adalah menyesuaikan dengan penempatan box Miniature Circuit Breaker (MCB), sakelar, lampur serat stopkontak yang ada pada rumah anda. Bukan hanya memastikan jika jumlah stopkontak sesuatu dengan kebutuhan rumah, posisi penempatan stopkontak pun sebaiknya disesuaikan dengan keperluan penghunikany. Contoh saklar lampu yang diletakan di sebelah samping kanan/kiri pintu. Tujuannya agar terhindari kesalahan yang akan dapat membahayakan penghuninya dan tingkat kenyamanan akan menurun.

2.      Pakai kabel dengan standar SNI

Saat membeli perlengkapan usahakan anda memilih kabel dengan standar SNI yang dijual di toko bangunan. Hal itu karena keamanan kabel telah terjamin dan kabel tidak mudah terkikis ataupun terkelupas.  Anda harus paham ada beberapa variasi kabel listri yang dapat anda gunakan seperti kabel dengan diameter 2,5 mm yang termasuk kuat untuk dialiri daya listrik sampai 5 ribu watt cocok untuk rumah yang memiliki luas kurang dari 70 m2.

Untuk menyalurkan listrik pada beberapa perangkat rumah seperti lampu, anda bisa memilih jenis kabel dengan diameter 1,5 mm yang aman untuk diaplikasikan pada stopkontak dan lampu dengan daya kurang dari 100 watt. Perlu anda ingat, bungkus kabel listrik dengan pipa conduit yang lentur. Sehingga akan mudah bagi anda saat harus melakukan pergantian kabel serta akan menjamin arus listrik akan tetap stabil walaupun digigit oleh tikur atau kegencet sekalipun.

3.      Pembagian jalur kabel

Akan lebih baik jika anda membagi jalur kabel sesuai dengan keperluan penghuninya, baik itu kabel untuk pompa air, AC, lampu, stopkontak, hinggaa MCB cadangan. MCB sangat diperlukan bagi anda apabila harus memutuskan aliran listrik dalam satu grup saluran listrik yang sama jika terjadi korsleting.

4.      Gunakan jalur tersendiri untuk perangkat yang membutuhkan daya listrik besar

Contoh peralatan rumah tangga yang memiliki daya listrik cukup besar adalah water heater, pompa air, serat AC. Ada baiknya jika anda menggunakan jalur listrik tersendri untuk beberapa perangkat yang telah disebutkan mengingat daya yang dibutuhkan cukup besar bisa saja menganggu penggunaan listrik yang lain dan memicu hal yang berbahaya. Dengan pembagian jalur listrikyang tepat maka kabel yang anda gunakan akan lebih awet karena beban arus yang tidak banyak. Serta penggunaan listrik pada perangkat lain seperti lampu akan lebih stabil

5.      Jika perlu lakukan grounding

Saat melakukan instalasi listrik, sebaiknya anda menambahkan mekanisme grounding tujuannya agar rumah lebih aman dan terhindar dari sengatan listrik saat daya listrik membesar secara  mendadak misalnya saat tersambar petir atau perawatan dari PLN. Grounding adalah teknik menyalurkan listrik yang berasal sari blok MCB ke dalam tanah, sehingga dapat mencegah terjadinya ledakan listrik di rumah anda.

7 Tips Mudah Merawat Instalasi Listrik Di Rumah Yang Sering Kalian Abaikan

7 Tips Mudah Merawat Instalasi Listrik Di Rumah Yang Sering Kalian Abaikan

Listrik menjadi salah satu sumber energy dirumah yang harus kalian perhatikan. Namun, ada banyak orang yang mengabaikan hal yang satu ini dan lalai dalam perawatnya. Padahal ada banyak hal yang membahayakan yang bisa disebabkan oleh peralatan dan penggunaan listrik yang salah . contohnya seperti kebakaran, kesetrum atau bisa membuat ledakan listrik. Seram bukan ?

Yuk, mulai sadar dan peduli dengan keamanan dalam penggunaan peralatan listrik di rumah kalian seperti berikut.

 

  1. Jangan menumpuk stop kontak pada satu sumber listrik saja. Pasti hal seperti ini yang paling sering kalian abaikan, bukan ? hayo pada ngaku !! ubah kebiasan-kebiasaan seperti ini ya.

 

  1. Jika kalian melihat kulit kabel yang terkelupas, segera mungkin ganti kulit kabelnya supaya tidak ada kawat listrik yang terlihat keluar karena bisa membahayakan.

 

  1. Perhatikan juga semua steker yang kalian gunakan. Jika sudah goyah atupun sudah longgar sebaiknya tidak usah digunakan lagi.

 

  1. Jika steker tidak bisa dicolok, sebaiknya jangan kalian paksakan. Jangan tergoda untuk mengutak-atiknya agar bisa dimasukkan.

 

  1. Untuk penggunaan listrik diluar ruangan, akan lebih baik kalian gunakan steker yang khusus untuk digunakan di outdoor. Hal itu dikarenakan peralatan listrik indoor berbeda dan tidak selengkap peralatan listrik khusus untuk di outdoor.

 

  1. Sebaiknya kalian tidak menaruh kabel listrik dibawah karpet yang bisa memicu kebakaran.

 

  1. Nah, ini juga yang pasti sering sekali kalian laukakan seperti membiarkan steker menempel pada satu sumber listrik tapi sudah tidak dipakai lagi. Mulai sekarang biasakan untuk mencabut steker jika barang elektronik itu sudah tidak digunakan lagi supaya tidak membuang-buang energy listrik.

 

Itulah 7 tips untuk merawat instalasi listrik dirumah kalian dan jangan mengabaikannya. Semoga bermanfaat.

Cara Merawat Instalasi Litrik Dirumah

Cara Merawat Instalasi Litrik Dirumah

Instalasi listrik di setiap rumah yang pastinya dipakai setiap harinya harus selalu kita perhatikan dengan serius. Hal itu dikarenakan berhubungan dengan keselamatan jiwa penghuni rumah tersebut. Sering terjadinya kebakaran rumah diakibatkan oleh korsleting listrik, hal seperti ini banyak diakibatkan oleh kelalaian pemasangan instalasi listrik yang tidak sesuai dengan prosedur-prosedur pemasangan instalasi listrik yang tidak sesuai dengan prosedur pemasangan yang benar.

Dengan dilakukannya perawatan instalasi listrik yang baik dan berkala maka masalah-masalah yang timbul akibat listrik dapat kita cegah sedini mungkin. Berikut ini ada 9 hal yang perlu kita lakukan untuk perawat instalasi rumah antara lain:

  1. Stop Kontak

Perhatikan lubang pada stop kontak kita dirumah, bagian inilah yang sering terjadi percikan api kecil terutama pada stop kontak yang tidka dilengkapi dengan kabel grounding. Hal ini akan mengakiabtkan stop kontak melelh seperti terbakar. Gantilah stop kontak jika lubangnya sudah terlihat melelh atau sudah tidak dipasang steker.

  1. Sakelar

Akibat sering ditekan nyala dan hidup, beberapa komponen di dalamnya lama kelamaan akan melemah atau berkarat dan kotor ditutupi oleh debu yang menempel. Hal itu mengakibatkan kurang terkoneksinya sakelar. Tanda-tandanya susahnya menyalakan lampu dan tidak stabilnya nyala lampu sehingga nyala lampu seperti berkedip-kedip. Ada juga sakelar yang rusak akibat dipakai untuk sarang semut. Maka dari itu, coba sekali-kali untuk membuka sakelar untuk dibersihkan supaya menghindari hal-hal yang dijelaskan diatas tadi.

  1. Kabel Penghubung Listrik Alat Elektronik

Rapikan letak kabel supaya tidak mengalami kerusakan seperti terhimpit beban berat atau terbentang tegang pada sudut yang tajam. Hal itu bisa mengakibatkan tekelupas dan terputusnya kabel yang mengakibatkan korsleting listrik.

  1. Colokan/Steker

Periksalah posisi colokan utnuk alat elektronik yang terpasang pada stop kontak secara terus menerus dan jarang divabut seperti dispenser, kulkas dan pompa air listrik. Colokan ini mudah sekali menjadi longgar dudukannya pada stop kontak yang diakibatkan dari percikan api kecil antara jari steker dan lubang stop kontak.

  1. Fitting Lampu

Fitting yang dipasang lampu dengan watt atau daya yang besar akan mudah sekali meleleh dan mengakibatkan lampu yang menempel akan susah untuk dilepas saat kalian akan mengganti lampu dengan yang baru. Selain itu, fitting lampu ayang terapsang posisinya di langit-langit rumah kan sangat rawan tergenang air akiabt tetesan air hujan dari genting yang bocor. Pada saat waktu musim hujan cobalah sesekali memeriksa untuk melihat apa ada fitting lampu yang tergenang air.

  1. Kabel Rol

Lubang stop kontak yang ada di kabel rol bisa melelah karena membesarnya penjepit jari steker yang ada di dalamnya. Jika kalian melihat hal seperti ini, perbaikilah penjepit tersebut dengan cara membuka kotak kabel roll kemudian jepit menggunakan tang di setiap plat pada stop kontak yang berfungsi untuk menjepit jari steker yang masuk.

  1. Karat

Rawat dan jagalah setiap alat elektronik dirumah kalian yang bodinya terbuat dari logam yang mudah mengalami karat karena dapat merobek kabel penghubung listrik ke stop kontak dan dapat mengalami korsleting atau tersentuh kulit kalian.

  1. Jalur utama dan sambungan instalasi kabel listrik

Periksalah secara rutin kabel listrik dari mulai MCB menuju stop kontak, fitting lampu dan apakah terhubung dengan baik dan tidak ada kabel yang tidak terisolasi? Perhatikan kabel yang terbentang apakah paku klemnya masih bagus? Tutuplah kabel yang sudah terkelupas akibat gigitan dari tikus dengan isolasi khusus kabel listrik.

  1. Jalur Kabel dari luar rumah

Periksa juga kabel yang tehubung ke lampu luar rumah dan lampu taman kalin. Pastikan juga semua kebel dan sambungan terpasang dengan baik. Hal itu dikarenakan area ini jarang banget terlihat . coba untuk mengecek dengan menyalakan lampu bila ada yang tidak berfungsi dengan baik segeralah untuk memperbaikinya.

 

Jasa Perbaikan Listrik Rumah Semarang : Tips Mudah dan Murah Mengantisipasi Konsleting Listrik di Rumah

Jasa Perbaikan Listrik Rumah Semarang : Tips Mudah dan Murah Mengantisipasi Konsleting Listrik di Rumah

Konsleting Listrik ialah salah satu permasalahan yang seringkali terjadi pada suatu instalasi kelistrikan. Walau dampak yang diberikan sangat besar seperti misalnya kebakaran, namun sayangnya masih banyak orang yang belum peduli dengan hal ini. Misalnya seperti penggunaan colokan listrik yang sembarangan. Selain itu konsleting listrik juga dapat diakibatkan karena pada saat instalasi listrik kurang dilakukan dengan baik. Maka dari itu, bagi anda yang masih awam dalam soal kelistrikan, berikut beberapa tips mudah dan murah dalam mengantisipasi konsleting listrik di rumah, yaitu sebagai berikut:

 

Mencegah Konsleting Listrik Pada Jaringan Instalasi

Hindari penyambungan langsung/curi arus, Penyambungan langsung kabel instalasi dengan sumber listrik (Kabel PLN) dapat membahayakan bangunan dan pemilik bangunan itu sendiri. Konsleting listrik akibat penyambungan langsung 80% akan menyebabkan kebakaran karena tidak adanya perangkat keamanan/safty listrik seperti MCB dan ELCB

  • Pastikan seluruh kabel instalasi tertutup oleh pipa pelindung
  • Hindari penyambungan kabel instalasi di atas plafon
  • Pastikan penyambungan kabel istalasi terikan dengan kuat dan rapi, Penyambungan kabel yang tidak rapi (Renggang) dapat menyebkan percikan api hingga terbakar nya kabel dan merambat ke bangunan.
  • Hindari penyambungan kabel lebih dari 3 kabel.
  • Gunakan Lasdop sebagai penutup hujung penyambungan kabel
  • Periksakan kondisi jaringan instalasi listrik kepada ahli sekurang kurang nya 5 tahun sekali.
  • Lakukan pergantian kabel instalasi bila sudah berusia 10 tahun ke atas.

Mencegah Konsleting Listrik Pada Komponen dan Kontak Body

Pastikan pemasangan kabel pada stop kontak di bautkan dengan kuat, Pemasangan kabel pada stop kontak, saklar dan fitting yang tidak rapi (Renggang) dapat menimbukan percikan api dan panas yang kuat sehingga dapat melelehkan dan membakar stop kontak dan saklar.

Hindari pemakaian stecker/colokan yang berlebihan.

Penggunaan stecker atau colokan yang berlebihan merupakan salah satu faktor penyebab terjadinya konsleting listrik. Walau alasan praktis dan hemat, namun penggunaan steker yang berlebihan hanya akan membuat rumah anda menjadi terbakar. Maka dari itu, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, gunakan steker secukupnya.

Demikianlah beberapa tips yang bisa kami berikan dalam mengantisipasi konsleting listrik di rumah anda. Selalu jaga dan perhatikan bagian-bagian listrik yang mencurigakan. Apabila anda merasa atau mencium bau hangus dari atap rumah anda, bisa jadi terdapat sesuatu yang kurang beres dalam instalasi kelistrikan rumah anda. Apabila anda ingin mengecek kondisi instalasi rumah anda, maka anda bisa hubungi kami untuk membantu anda dalam melakukannya. Silahkan hubungi kontak person yang ada di website kami untuk mendapatkan informasi secara lengkapnya.

Tips Mencegah Korsleting Listrik di Rumah

Banyaknya kasus kebakaran ternyata diakibatkan oleh konsleting listrik. Namun sayangnya masih banyak orang yang belum terlalu perduli tentang perawatan kelistrikan rumah.  Sehingga banyaknya kasus korsleting listrik yang menimbulkan kebakaran menjadi pelajaran yang baik untuk kita bersama agar menggunakan listrik dengan bijak. Kebakaran tentunya hal yang menyeramkan.

Tentunya kita perlu tahu terlebih dahulu apa yang menyebabkan korsleting listrik sehingga menyebabkan kebakaran. Secara sederhana, korsleting listrik atau hubungan pendek merupakan suatu hubungan dengan tahanan listrik yang sangat kecil yang mengakibatkan aliran listrik yang sangat besar. Kalau tidak ditangani bisa mengakibatkan ledakan dan kebakaran. Penyebab terjadinya korsleting listrik cukup beragam. Penyebab paling sering adalah kelalaian manusia yaitu menyambungkan kabel tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku–penumpukan beban yang berlebihan. Disamping itu, bisa jadi karena kabel listrik mengelupas dan menyebabkan saluran bertegangan menempel ke saluran netral.

Lantas, apa yang bisa kita lakukan? Tentunya kamu harus tahu dahulu bagaimana penggunaan listrik yang aman atau sesuai dengan yang dianjurkan oleh PLN (Perusahaan Listrik Negara). Mengenai keamanan memang bukan sesuatu yang bisa ditawar menawar. Berikut ini beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menghindari adanya korsleting listrik, yaitu:

  • Jangan mengotak-atik atau menyambung langsung (bypass) peralatan pengaman baik sekring maupun Mini Circuit Breaker (MCB).
  • Hindari menumpuk steker secara berlebihan, sebab dapat berpotensi menimbulkan panas berlebihan sehingga dapat menyebabkan kebakaran.
  • Gunakan peralatan listrik yang berkualitas (berlambang SNI atau LMK). Jangan terlena harga murah yang ternyata berkualitas rendah.
  • Jangan biarkan tusuk kontak peralatan seperti TV,  menetap pada stop kontak pada waktu yang lama.
  • Hindari menggunakan tusuk kontak terlalu longgar.
  • Serahkan pada instalatir resmi untuk pemasangan baru atau menambah instalasi listrik di rumah atau bangunan.
  • Periksa instalasi listrik bangunan secara berkala, kurang lebih setelah 10 tahun dan selanjutnya 5 tahun.

Demikian beberapa hal yang bisa anda lakukan untuk menghindari terjadinya konsleting listrik. Apabila anda membutuhkan tekhnisi untuk memeriksa kondisi kelistrikan di rumah anda, maka anda bisa menghubungi kami di kontak person yang telah tersedia. Terima kasih telah meluangkan waktu untuk membaca artikel ini, semoga bermanfaat.

Tips Aman Memasang Instalasi Listrik Rumah

Dalam rumah, tentu sangat dibutuhkan aliran listrik. Hal ini tidak terlepas dari kebutuhan dasar misalnya untuk penerangan pada malam hari. Disisi lain, arus listrik juga dibutuhkan untuk menghidupkan alat elektronik yang jenisnya semakin bertambah sesuai perkembangan zaman dengan Cara menghemat listrik. Tentu aliran listrik tersebut perlu disiapkan dengan membuat sebuah instalasi listrik terlebih dahulu.

Saat inilistrik merupakan suatu kebutuhan yang sangat penting dalam sebuah hunian. Tentunya hal ini tidak terlepas dari banyaknya kebutuhan yang berhubungan dengan kelistrikan. Tentunya dalam pesangan instalasi listrik perlu dipasang dengan benar dan aman. Sudah banyak kejadian kejadian kebakaran karena kesalahan dalam pemasangan instalasi listrik.

Dalam pemasangan instalasi listrik memang harus dikerjakan oleh orang yang sudah profesional. Akan tetapi tidak menutup kemungkinan bahwa dalam pemasangan instalasi listrik terdapat hal-hal yang kurang sesuai. Bagi anda yang bukan profesional dalam kelistrikan anda tetap bisa melihat bahwa dalam pemasangan listrik terdapat kekurangan atau tidak dengan melihat beberapa hal berikut ini:

  1. Pahami denah rumah

Hal mendasar dalam pemasangan ilustrasi listrik ialah dengan memahami denah rumah. Tanpa memahami seluk beluk denah rumah maka anda akan kesulitan dalam pesangan instalasi listrik. Memahami tentang denah rumah ialah bukan soal desain interior ataupun eksterior rumah. Akan tetapi lebih pada seluk beluk yang memungkinkan penempatan sakelar serta letak stop kontak. Dengan memahami denah rumah makan akan lebih mudah dalam mengatur penyaluran listrik untuk seluruh rumah. Pastikan semua ruang mendapatkan saluran listrik serta untuk meminimalisir kesalahan pemasangan listrik.

  1. Menyiapkan peralatan instalasi

Setelah memahami denah rumah maka hal selanjutnya ialah menyiapkan peralatan listrik. Terdapat beberapa peralatan listrik yang perlu dipersiapkan seperti kabel, kWh meter, tang, gergaji besi dan lain sebagainya. Untuk mendapatkan peralatan yang berkualitas tentunya anda harus rela mengeluarkan uang yang lebih banyak. Akan tetapi anda bisa menghematnya dengan membeli peralatan listrik yang benar-benar dibutuhkan serta sesuai dengan ukuran rumah anda. Jangan lupa siapkan sarung tangan serta sepatu karet sebagai alat proteksi diri bila terjadi resiko konslet listrik.

  1. Memilih pengaman

Dalam pemasangan instalasi listrik, maka perlu adanya pemasangan sistem pengaman. Pengamanan sendiri dapat berupa sekering atau MCB. Sekering dan MCB atau sirkuit pemutus sendiri memiliki fungsi untuk mengamankan arus listrik yang apabila terjadi konsleting listrik. Namun sayangnya fungsi pengamanan sekering hanya bisa sekali pakai, sehingga harus diganti secara berkala dan membutuhkan perawatan.

  1. Memahami warna kabel dalam instalasi listrik

Dalam memahami pemasangan instalasi listrik, anda perlu memahami warna kabel yang memiliki berbagai fungsi. Secara umum kabel yang berwarna hitam berfungsi untuk kabel fasa (strum). Kemudian kabel kuning bergaris sebagai fungsi kabel ground dan sedangkan kabel berwarna biru berfungsi sebagai kabel netral. Biasanya kabel-kabel tersebut merupakan kabel yang wajib ada dalam pemasangan intalasi listrik. Tanpa adanya beberapa kabel tersebut maka kelistrikan rumah menjadi kurang sempurna.

  1. Menyiapkan pipa conduit

Pipa condui ialah pipa yang dipakai untuk melindungi kabel yang digunakan dalam pemasangan instalasi listrik. Hal ini bertujuan untuk menjaga penghuni rumah dari resiko konsleting listrik. Pipa conduit juga berfungsi melindungi kabel listrik dari kerusakan yang disebabkan oleh tikus. Dan tak hanya itu, pipa konduit juga berfungsi untuk membuat jalur listrik menjadi lebih rapi.

Demikian beberapa hal yang perlu pahami dalam pemasangan intalasi listrik. Semoga dengan tips diatas dapat memberikan penjelasan agar lebih mudah dipahami. Bagi anda yang membutuhkan profesional dalam pemasangan instalasi listrik maka kami siap membantu anda.