Cara Merawat Dinding Berdasarkan Jenisnya

Sama seperti dengan element bangunan yang lainnya, dinding juga perlu perawatan. Bila dinding tidak dirawat dengan baik maka penyebabnya ialah akan berpengaruh pada kekuatan dan daya tahan serta usia penggunaanya. Terlebih bila mengingat dinding juga memiliki fungsi sebagai penahan beban beberapa komponen bangunan rumah seperti atap, plafon serta lainnya. Selain itu, keawetan dinding juga akan berdampak pada keawetan bagian lain yang melekat seperti jendela dan pintu.

Merawat dinding membang perlu teknik yang khusus, sebab terdapat beberapa jenis dinding sehingga membutuhkan perawatan yang berbeda-beda. Seperti misalnya dinding yang terbuat dari pasir dan semen, maka agar awet perlu dijaga dari beberapa perubahan cuaca seperti musim penghujan dan musim kemarau. Bila sering terkena pancaran sinar matahari dan air hujan maka perlu diberi perlindungan khusus agar dinding tidak mudah retak.

Salah satu metode yang dapat dilakukan ialah dengan memberi penutup dari kearai bambu atau menggunakan kanopi. Namun cara tersebut kurang praktis, cara yang praktis ialah dengan membuat atap yang ukurannya dibuat agak menjorok ke arah luar.

Kemudian untuk dinding yang terbuat dari kayu, umumnya lebih banyak yang menggunakan warna alami sehingga tidak mudah terlihat kotor. Namun bila bahan dinding kayu kurang bagus maka akan mudah sekali mengalami pengeroposan dan pelapukan. Hal penting yang perlu dilakukan ialah tak jauh berbeda dengan teknik merawat perabotan kayu. Yaitu dengan memberi lapisan anti rayap dan dilapisi dengan menggunakan pernis agar terhindar dari debu.

Berbeda dengan dinding yang dilapisi dengan keramik yang perawatannya cukup mudah. Dinding keramik biasanya dipasang di kamar mandi, dapur atau ruang-ruang yang mudah sekali terkena kotoran. Untuk membersihkannya, anda tinggal menggunakan lap yang telah diberi cairan pembersih kaca atau bahkan air biasa. Namun bila anda ingin dinding keramik terlihat bersih dan mengkilap maka anda perlu membeli cairan pembersih yang dikhususkan untuk keramik di toko-toko bahan bangunan.

Jenis dinding yang cukup sulit dalam perawatannya ialah dinding yang berasal dari batu ekspose. Biasanya dinding batu ekspose diaplikasikan pada rumah maupun bangunan yang menggunakan desain tradisional, mediterania atau juga kontemporer. Tujuan utamanya ialah untuk menghadirkan nuansa yang natural dan juga alami. Permasalahan yang sering muncul pada dinding jenis ini ialah mudah sekali berlumut, terlebih pada saat musim penghujan.

Jenis dinding yang cukup sulit perawatannya yaitu dinding dari batu ekpose. Pemakaiannya lebih sering diaplikasikan pada rumah maupunbangunan yang menggunakan gaya desain tradisional, mediterania atau kontemporer. Tujuan utamanya untuk menghadirkan nuansa yang lebih alami dan natural. Permasalahan yang paling sering muncul adalah dinding tersebut mudah berlumut terutama pada dinding yang berada di luar rumah. Namun saat ini sudah bisa diatasi dengan cara memberi lapisan anti lumut. Salah satu cara untuk mensiasatinya ialah dengan diberi pelindung seperti kerai atau media penutup yang sifatnya fungsional seperti meja, lemari, bufet dan sebagainya.

Bagian Ruang Yang Harus Mendapat Perawatan Ekstra

Jenis kotoran yang kerapkali menimbulkan permasalahan di dalam rumah ialah debu. Walau kelihatannya sepele, namun bila sudah menempel di perabot serta furniture tertentu maka akan menjadi sulit untuk dibersihkan. Kadangkali, debu juga menimbulkan permasalahan kesehatan utamanya bagi mereka yang memiliki gangguan pernafasan seperti asma.

Oleh sebab itu, debu tidak boleh dibiarkan terlalu lama menempel pada perabot dan furniture rumah. Beberapa jenis material yang sulit dibersihkan bila terkena debu antara lain karpet berbulu, kain beludru, kain korden dan beberapa hiasan dinding yang terbuat dari bahan-bahan imitasi.

Selain itu, debu yang berterbangan di dalam ruangan juga perlu mendapatkan perhatian yang khusus. Bagian ruangan yang harus mendapatkan perawatan ekstra salah satunya ialah ruang makan. Sebab selain debu, banyak kotoran yang juga sering muncul di tempat tersebut, seperti sisa makanan atau minuman yang tumpah dan kotoran lainnya. Selain dapat membuat ruangan menjadi kotor, bila tidak langsung dibersihkan maka dapat menimbulkan berkembangnya kuman penyakit.

Ruangan lain yang juga kerap kali terkena kotoran dan perlu mendapatkan perhatian ekstra ialah ruang keluarga. Seperti yang telah anda ketahui, ruang keluarga merupakan tempat yang sering digunakan untuk berkumpul bersama. Sehingga tak hanya debu yang dapat membuat ruangan menjadi kotor, tetapi juga disebabkan oleh orang yang menggunakan ruang tersebut.

Seringkali saat mengobrol dan menyaksikan televisi bersama, mereka juga membawa makanan kecil atau minuman sebagai teman untuk berkumpul. Makanan serta minuman yang dibawa tersebut, terkadang tumpah atau memunculkan remahan makanan di beberapa tempat. Sehingga bila tidak segera dibersihkan akan mengundang semut yang tentunya membuat ruangan menjadi tidak lagi nyaman.

Kemudian ialah kamar mandi. Sebenarnya tempat ini biasanya berada agar tersembunyi sehingga tidak mudah terkena debu. Namun, kondisi kamar mandi yang kerapkali basah dan lembab justur menimbulkan jamur dan lumut. Oleh karena itu, kamar mandi juga harus sering dibersihkan agar kondisinya selalu dalam keadaan yang bersih dan terhindar dari bau yang tidak sedap.

Demikianlah beberapa tempat yang memiliki risiko terkena debu. Dengan anda memahami tempat-tempat tersebut, maka anda dengan mudah melakukan perawatan rutin agar rumah anda terbebas dari debu yang membandel. Semoga bermanfaat.

,

Langkah-Langkah Mengecat Yang Benar

Momen-momen tertentu seperti tahun baru, natal ataupun lebaran merupakan momen-momen spesial yang cocok untuk merenovasi rumah. Banyak cara yang bisa anda lakukan untuk memberikan kesan yang berbeda pada rumah anda, salah satunya dengan mengganti warna dinding rumah anda.

Mengganti warna dinding rumah anda disinyalir dapat merubah mood serta gairah anda dan keluarga untuk lebih nyaman lagi tinggal di rumah. Selain menjadi semakin betah, dengan nuansa baru menjadikan rumah tak sekedar sebagai tempat untuk tinggal semata namun juga bisa memunculkan ide-ide segar untuk pekerjaan ataupun aktivitas anda yang lainnya.

Selain memilih cat dinding yang akan anda aplikasikan pada tembok rumah anda, hal lain yang perlu anda perhatikan ialah dengan mengecek kondisi dinding lama sebelum pengecatan ulang. Anda bisa memeriksanya dengan mengusapkan telapak tangan anda pada dinding. Jika telapak tangan anda masih tetap bersih, maka anda hanya perlu membersihkan dengan menggunakan lap basah sebelum dicat, namun jika tangan anda berminyak maka anda perlu membersihkan dengan lap yang dibasahi dengan campuran detergen.

Namun bila kondisi dinding anda hingga sudah mengeluarkan bubuk putih, maka dinding rumah sudah mengalami pengapuran dan tidak layak untuk dicat ulang. Sehingga butuh diamplas serta dibersihkan dengan menggunakan air agar bisa selanjutnya dilakukan pengecatan.

Agar hasil pengecatan anda maksimal, berikut ini beberapa langkah yang bisa anda lakukan agar hasil yang anda lakukan memuaskan.

Bahan dan Alat Yang dibutuhkan untuk melakukan pengecatan :

  • Ember
  • Sarung tangan
  • Lembaran kain atau plastin
  • Kuas tua atau sikat
  • Cat lateks, linen putih
  • Tray cat
  • Sabun cair
  • Spakling
  • Pisau lebar atau 5in1 peralatan yang bisa banyak digunakan.
  • Amplas
  • Obeng
  • semen dan pasir
  • isolatip
  • kertas koran
  • detergen
  • Rol cat dan penutup rol ukuran 3/8″
  • TSP (Jika diperlukan)

Langkah Pengerjaan :

  1. Bersihkan dinding rumah anda yang ingin anda cat dari aksesoris-aksesoris dinding yang menempel seperti lukisan, foto ataupun pajangan yang lainnya. Setelah itu gunakan karton bekas, koran atau plastik untuk melindungi lantai dari tetesan cat.
  2. Tutup juga stop kontak dengan isolatip atau lakban serta lampu dengan menggunakan kertas koran, agar tidak terkena lelehan cat pada kedua benda tersebut.
  3. Jika dinding anda berminyak, maka anda bisa membersihkannya terlebih dahulu dengan menggunakan campuran air serta detergen, atau bisa juga dengan menggunakan cairan TSP lalu kemudian di bilas dengan air. Namun bila dinding mengalami pengapuran, maka anda mengamplasnya terlebih dahulu kemudian bersihkan dengan air. Agar hasil yang maksimal, maka anda perlu menunggu semalaman agar dinding menjadi kering.
  4. Jika terdapat lubang pada dinding, maka anda bisa menambalnya menggunakan dempul. Namun apabila lubang pada dinding cukup besar, maka anda bisa menambalnya menggunakan campuran semen serta pasir.
  5. Lindungi sisi-sisi dinding dengan cara ditutup dengan menggunakan plester atau kertas agar menghindari rembesan cat ke sisi-sisi tembok ruangan.
  6. Gunakan warna dasar putih sebagai cat dasar. Setelah mengering, kemudian gunakan cat tembok sesuai warna utama pilihan anda.

Cara diatas merupakan sesuai dengan cara yang banyak digunakan oleh tukang profesional. Untuk mendapatkan hasil yang maksimal maka anda bisa melakukan pengecatan dinding pada saat waktu yang luang, sebab mengecat dinding membutuhkan tenaga serta waktu yang tidaklah sedikit. Semoga artikel ini dapat membantu anda dalam mengecat rumah. Semoga bermanfaat.

Tips Merawat Rumah

Kenyamanan dalam rumah merupakan sesuatu yang sangat penting bagi penghuninya. Dengan kenyamanan, maka anda bisa merasakan suasanya yang menyenangkan serta menenangkan. Namun banyaknya perabot serta aktivitas yang sering anda lakukan di dalam rumah menyebabkan rumah menjadi berantakan bila tidak rutin membereskannya. Oleh karena itu, agar rumah tetap bersih dan nyaman, maka anda perlu meluangkan waktu untuk merapikannya sedikit demi sedikit. Berikut ini beberapa hal yang bisa anda kerjakan untuk membuat rumah anda kembali nyaman:

Cat Ulang Dinding

Dinding merupakan bagian yang paling menonjol serta dominan yang memiliki peran penting untuk merubah suasana dalam rumah anda. Bila dinding rumah anda sudah terlihat kusam, maka anda bisa mengecat ulang dengan mengganti warna yang lebih menyegarkan. Anda bisa membayar jasa tukang untuk menghemat tenaga anda. Namun apabila budget anda terbatas maka anda bisa mengecatnya sendiri dibantu dengan orang terdekat.

Menyortir Barang

Setelah mengecat ulang dinding, maka hal berikutnya yaitu anda perlu menata ulang ruangan-ruangan yang terlihat sangat berantakan di rumah anda. Anda bisa memulainya dengan menyortir barang-barang yang dirasa sudah tidak terpakai atau kurang bermanfaat. Barang-barang tersebut bisa barang-barang yang ada di kamar, ruang tamu, ruang keluarga atau bahkan kamar tidur anda sendiri.  Setelah menyortir barang-barang, maka anda perlu mengecek kondisi furnitur atau perabot di rumah anda apakah masih dalam keadaan baik atau tidak. Apabila ada perabot yang kotor maka anda perlu membersihkannya. Kotoran yang menempel pada furnitur yang tidak segera dibersihkan maka akan menyebabkan perabot menjadi terlihat usang dan tidak menarik. Sehingga dengan membersihkannya akan debu-debu akan segera hilang.

Bereskan Teras dan Taman

Setelah selesai membereskan area indor, maka anda perlu bergeser ke area eksterior. Periksa teras, taman ataupun bagian luar rumah anda. Rapikan tanaman yang ada di taman dengan memotong dahan-dahan yang sudah mengering. Selain itu anda juga bisa menata ulang taman anda dengan lebih menarik lagi. Cek apakah terdapat kerusakan yang perlu diperbaiki, seperti pagar rumah yang mulai berkarat, tempat sampah yang rusak atau terdapat tembok luar yang mengelupas. Jangan lupa pula untuk menyingkirkan barang-barang yang tidak lagi diperlukan agar terlihat lebih rapi.

Setelah anda melakukan hal-hal di atas, maka anda bisa merencanakan aktivitas bersih-bersih di rumah Anda. Hal ini agar pekerjaan rumah anda tidak menumpuk sehingga membutuhkan waktu dan tenaga lebih dalam merapikannya. Karena rumah yang bersih mencerminkan pribadi prnghuninya. Semoga bermanfaat.

Mengatasi Saluran yang Tersumbat dan Menghilangkan Bau

Tidak bisa dipungkiri bahwa dalam setiap rumah pasti selalu saja ada saluran air yang tersumbat. Masalah saluran air yang tersumbat merupakan hal yang tidak bisa dianggap sepele. Tersumbatnya saluran air dapat menimbulkan beberapa masalah seperti terganggunya jalan pembuangan air yang menyebabkan bau yang tidak sedap. Biasanya saluran air yang seringkali mengalami masalah ialah saluran air pada tempat cucian dapur serta pada bagian kamar mandi. Agar saluran air kembali lancar, maka anda bisa mengikuti beberapa tips berikut ini:

Bahan Kimia Pembersih Saluran Air

Kini dipasaran sudah tersedia beberapa jenis produk kimia untuk melancarkan saluran air yang tersumbat. Cairan kimia tersebut bekerja dengan menghancurkan lemak serta kerak sebagai sumber masalah penyumbatan. Selain itu, produk tersebut juga mengandung bahan-bahan tertentu yang berfungsi untuk memusnahkan kuman yang menimbulkan bau tak sedap dari saluran yang tersumbat. Dalam penggunaanya anda perlu berhati-hati dan mengikuti setiap anjuran pemakaiannya. Sebab bahan kimia yang terkandung didalamnya merupakan bahan kimia yang cukup keras dan dapat mengiritasi kulit. Setelah selesai memasukan bahan kimia ke dalam saluran air yang tersumbat, maka anda perlu membuat sisa air dengan perlahan agar bau tidak sedap berangsur-angsur menghilang.

Pembersih Saluran Air yang Alami

Selain menggunakan bahan kimia, anda juga bisa menggunakan cara yang lebih alami. Cara alami cenderung banyak dipilih karena alasan lingkungan serta keselamatan. Bahan alami yang seringkali dimanfaatkan ialah dengan menggunakan baking soda, air mendidih dan cuka. Cara pengaplikasiannya ialah sebagai berikut ini:

  • Tuangkan satu cangkir baking soda ke dalam saluran yang tersumbat, dan pastikan bubuk tersebut masuk ke dalam saluran air.
  • Kemudian, tuangkan dua cangkir air mendidih ke dalamnya dan tunggu beberapa menit.
  • Setelah menunggu beberapa waktu, tambahkan kembali secangkir baking soda ke dalam saluran air dan dilanjutkan dengan menuangkan secangkir cuka putih.
  • Anda perlu menyumbat saluran airnya, dalam beberapa saat maka akan muncul gelembung dan suara mendesis keluar dari saluran air.
  • Setelah gelembung hilang, kemudian tambahkan dua cangkir air mendidih

Menghilangkan Bau Tak Sedap

Apabila saluran air sudah kembali lancar namun bau tidak sedap masih muncul maka hal tersebut merupakan efek dari pembusukan benda-benda yang tersangkut pada saluran air, sehingga bakteri serta kuman berkembang biak dan menghasilkan bau tidak sedap. Untuk mengurangi bau tidak sedap maka anda  bisa melakukan cara berikut ini:

  • Untuk bagian dapur, maka anda lebih baik membuang sisa-sisa makanan langsung ke tempat sampah. Sediakan penyaring di tempat cucian piring agar sisa makanan tidak masuk ke dalam saluran pembuangan.
  • Sama halnya dengan di kamar mandi, anda juga perlu menggunakan penyaring kotoran pada saluran pembuangan untuk menghindari sumbatan akibat rambut yang rontok.

Untuk menghindari tersumbatnya saluran dikemudian hari maka rajinlah untuk membersihkan dapur serta kamar mandi. Gunakan penyaring agar kotoran tidak ikut masuk terbawa masuk ke dalam saluran air. Semoga bermanfaat.

Cara Menghilangkan Aroma Tak Sedap pada Ruangan

Anda pasti merasa kesal dan jengkel bila ruangan di dalam rumah anda tercium aroma-aroma yang tidak sedap. Aroma tersebut pastinya akan mengurangi kenyamanan anda di dalam rumah. Seringkali cara yang terpikirkan ialah dengan menggunakan pengharum ruangan, namun dengan demikian anda harus mengeluarkan biaya lebih untuk membelinya. Oleh karena itu, untuk tetap menghemat pengeluaran maka berikut ini tips yang bisa anda lakukan untuk menghilangkan aroma tidak sedap di rumah anda dengan memanfaatkan apa yang ada di rumah.

Menghilangkan Bau Asap Rokok
Salah satu cara yang cukup ampuh untuk menghilangkan aroma rokok yang tidak sedap yaitu dengan menggunakan handuk basah. Caranya ialah dengan mengkibas-kibaskan handuk basah tersebut di ruangan yang berbau asap rokok. Dengan begitu sedikit demi sedikit aroma tidak sedap dari asap rokok akan berkurang sedikit demi sedikit. Selain itu ada pula cara lain yang bisa dilakukan yaitu dengan menaruh semangkuk cuka pada sudut-sudut ruangan yang biasa digunakan untuk merokok. Maka dengan cara tersebut dalam waktu singkat bau asap rokok akan segera lenyap. Agar kualitas udara tetap terjaga, maka anda juga bisa menaruh arang kayu di meja yang biasa digunakan sebagai tempat untuk merokok.

Aroma Cat Baru
Saat anda telah selesai merenovasi rumah, seringkali aroma dinding yang baru saja di cat membutuhkan waktu yang lama untuk hilang. Agar anda merasa nyaman, maka anda bisa menaruh beberapa mangkuk berisi air garam. Dengan cara tersebut maka aroma cat baru akan segera hilang. Cara lainnya yaitu dengan menggunakan mangkuk yang berisi potongan bawang bombai dan bawang yang didiamkan semalaman.

Aroma Lemari Apek
Lemari yang sudah lama digunakan biasanya akan memunculkan aroma tidak sedap. Selain karena jamur, aroma tidak sedap pada lemari juga bisa disebabkan oleh serangga-serangga kecil yang masuk ke dalam lemari. Maka sebagai pengharum lemari anda bisa memanfaatkan sabun mandi yang padat. Letakkan sabun mandi padat yang telah anda potong-potong di sebuah wadah kecil untuk ditempatkan di dalam lemari. Aroma sabun yang wangi akan mengurangi bau tidak sedap pada lemari dan juga bisa mengharumkan pakaian. Selain itu anda juga bisa menggunakan cara yang alami dengan bunga melati yang masih kuncup. Bunga melati memiliki aroma yang khas dan tahan lama, oleh karena itu anda bisa menaruh beberapa kuncup bunga melati di dalam lemari. Jangan lupa mengganti bunga melati bila sudah kering agar lemari anda tetap bersih.

Semua cara mengusir bau   di atas menggunakan bahan-bahan yang bisa ditemukan di rumah. Mudah dan tak perlu beli pengharum yang mahal. Semoga bermanfaat!

9 Cara Jitu Merawat Rumah Idaman Anda

Merawat Rumah Idaman perlu dirawat karena dinilai mengekspresikan jiwa pemiliknya. Mulai dari interior rumah dan beberapa bagian rumah seperti halaman, ruang tamu, lantai dan dinding, bahkan kamar mandi, dari sana tergambar jelas sifat penghuninya, apakah mereka rajin dan rutin merawat rumah tinggalnya.

Disini ada 9 cara jitu merawat rumah idaman Anda seperti membersihkan kerak di kamar mandi, memperbaiki lantai keramik retak / lepas, memperbaiki lantai yang basah atau lembab, memperbaiki lantai kamar mandi yang bocor, mengecat dinding agar tidak mudah mengelupas, kapan perlu melakukan pengecatan ulang, cara memaku dinding agar tidak retak, menjaga kusen pintu dan jendela agar bebas dari rayap, dan membasmi jamur di rumah.

Jadi bila ingin dinilai memiliki ekspresi jiwa yang menyenangkan, segeralah tata dan rawat hunian anda dengan tips dan trik berikut ini:

1. Membersihkan kerak di kamar mandi

Lantai kamar mandi yang berkerak kuning kecokelatan dapat dihilangkan dengan cara sebagai berikut : Kerak digosok berkali-kali dengan batu apung dan air sabun, kemudian dibilas dengan air bersih. Citroenzuur (asam sitrat) ditaburkan pada dinding dalam atau luar dan dasar bak mandi yang sudah dibasahi sebelumnya, biarkan asam sitrat bereaksi selama satu jam. Kemudian, disikat dan disiram dengan air bersih dan dibilas sampai benar-benar bersih. Selanjutnya keringkan dengan lap kering. Asam sitrat atau sering disebut sitrun yang berbentuk bubuk berwarna putih tersebut dapat diperoleh di toko-toko perlengkapan kue.

2. Memperbaiki lantai keramik retak / lepas

Lantai keramik retak dilepas dengan hati-hati agar keramik yang masih utuh tidak ikut terlepas. Nat dikorek dengan benda tajam. Setelah itu pasangan lantai dilepas atau dipecah sampai ke dasar, dibuat dasar lantai, kemudian keramik lantai pengganti dipasang.

Jika nat lantai keramik yang rusak, nat dibersihkan dahulu dengan cara dikorek. Kemudian nat disiram dengan air bersih. Selanjutnya celah nat diisi dengan campuran yang agak cair dan biarkan meresap sampai ke dalam. Pada waktu isian tadi masih setengah kering, diikuti dengan campuran yang lebih kental dan ditekan agar padat. Sebelum isian tersebut mongering, sisa-sisa bahan pengisi yang tercecer di permukaan lantai dilap dengan lap kering.

3. Memperbaiki lantai yang basah atau lembab.

Perbaikan pada lantai yang basah atau lembab sebenarnya cukup mudah asal diketahui penyebabnya. Apabila resapan air ke permukaan lantai masuk melalui nat, nat ditutup dengan bahan yang kedap air. Jika terjadi pada lantai yang bukan kedap air, seluruh lantai yang basah dan lembab tersebut dibongkar sampai ke dasar urugan pasir. Di atas urugan pasir tersebut dilapisi dengan lembaran plastik lalu di atasnya dilapisi dengan campuran spesi yang kedap air dengan perbandingan 1 semen : 2 pasir setebal 3 cm. Lantai sudah siap dipasang kembali.

4. Memperbaiki lantai kamar mandi yang bocor.

Kebocoran pada kamar mandi di rumah biasanya berasal dari nat keramik. Seringkali nat terkikis oleh air, bahan kimia pembersih, sabun, atau cara pemasangan keramik pada kamar mandi yang kurang tepat. Harus diketahui dahulu apakah keramik tersebut menempel dengan baik pada lantai dengan cara lantai diinjak dengan sedikit tekanan atau diketuk. Jika berbunyi nyaring berarti terdapat celah atau rongga kosong.

5. Mengecat dinding agar tidak mudah mengelupas.

Agar lapisan cat pada dinding tidak mudah mengelupas maka penggunaan plamur harus dibatasi hanya sebagai penutup retak-retak rambut yang halus pada dinding. Seringkali kita melakukan kesalahan yaitu menggunakan plamur sebagai lapisan cat dasar. Bahan plamur tidak dibuat untuk mengikat cat sehingga kalau tetap digunakan dalam proses pengecatan, maka cat akan mudah mengelupas. Waktu pengecatan pada dinding harus dipilih dengan hati-hati.

Jika pengecatan dilakukan pada kondisi hujan, cat akan butuh waktu lama untuk mengering. Begitu pula jika pengecatan dilakukan pada kondisi matahari sangat terik, hasilnya juga kurang bagus. Hasil pengecatan di bagian luar (permukaan dinding) akan mongering lebih dahulu daripada bagian dalam. Hal ini berpotensi menyebabkan cat retak, menggelumbung atau mengelupas. Waktu ideal untuk melakukan pengecatan adalah pada kondisi kering dan tidak pada saat matahari bersinar sangat terik.

6. Kapan perlu melakukan pengecatan ulang ?

Pengecatan ulang perlu dilakukan jika kita menemukan dinding rumah sudah mengapur. Tanda-tandanya dapat kita ketahui dengan menyaapukan telapak tangan pada permukaan dinding. Jika kita dapatkan bekas bubuk putih berarti dinding perlu dicat kembali.

7. Cara memaku dinding agar tidak retak.

Seringkali kita memaku dinding untuk mengantungkan pigura atau aksesoris rumah tangga, namun kita dapati dingding menjadi retak. Hal ini terjadi bukan karena campuran spesi yang kurang bagus tapi karena kita belum mengetahui cara memaku dinding yang benar. Caranya adalah dengan memberikan selotip silang pada dinding sebelum permukaan tembok dipaku, baru kemudian dipaku pada bagian tengah persilangan selotip tadi. Setelah selesai, selotip dilepaskan secara perlahan sesuai kebutuhan.

Jika bahan dinding kurang berkualitas, maka jika dipaku, dinding akan rontok. Cara untk mengatasinya adalah siramkan dua sampai tiga sendok makan cuka pada bagian dinding yang hendak dipaku. Tunggu sampai kering baru kemudian dinding dapat dipaku.

8. Menjaga kusen pintu dan jendela agar bebas dari rayap

Caranya dengan mencampur 3 Oli dan 1 solar kemudian diaduk sampai rata. Campuran tersebut dioleskan merata keseluruh permukaan kayu sampai campuran oli dan solar tersebut benar-benar kering. Setelah itu dilakukan pengecatan pada permukaan kayu. Dapat pula sebelum dicat, permukaan kayu dilapisi obat anti jamur untuk mencegah serangan dari rayap.

9. Membasmi jamur di rumah.

Untuk mengatasi jamur ringan dan belum lama menyerang bagian-bagian rumah pada dinding dan plafon atau bahkan perabot rumah, dapat digunakan cuka, fungisida (pembasmi jamur) atau cairan disinfektan. Caranya, kain lap ditetesi cuka, disapukan pada bagian yang terserang jamur secara perlahan-lahan agar spora jamur tidak beterbangan kemana-mana. Penyapuan diulangi dengan cuka dan kain lap baru. Sikat tidak disarankan untuk membersihkan jamur karena akan membuat spora menyebar ke tempat lain, misalnya menempel pada perabot, sofa atau terhirup oleh manusia.

Jika serangan jamur sudah lama dan cukup berat, misalnya pada plafon akibat bocor, segera diperbaiki kebocorannya dan diganti plafonnya atau dicat ulang. Instalasi sanitasi juga perlu dijaga dari kerusakan dan bocor agar tidak menjadi penyebab munculnya jamur.