Jasa Perbaikan Kebocoran Rumah Semarang : Cara Untuk Mengatasi Kebocoran Dinding

Jasa Perbaikan Kebocoran Rumah Semarang : Cara Untuk Mengatasi Kebocoran Dinding

Rumah merupakan suatu tempat kita untuk pulang dan berkumpul dengan keluarga. Kondisi rumah yang baik tentu saja berpengaruh pada kenyamanan para penghuni rumah di dalamnya. Tak perlu rumah yang sempurna dan megah, yang terpenting ialah tidak mengalami kebocoran sana sini dan bisa ditinggali dengan rasa aman.

Namun namanya rumah tetap saja ada kerusakan yang terjadi. Terlebih bila sudah dihuni dalam kurun waktu yang lama. Tak hanya kebocoran pada atap saja, namun juga bisa mengalami kebocoran pada dinding. Dinding rumah yang sudah lama bisa jadi terjadi keretakan halus yang bisa menyebabkan air masuk melalui celah-celahnya.  

Tentu saja apabila kebocoran dinding dibiarkan begitu saja akan menyebabkan banyak kerugian. Tak hanya warna dinding yang menjadi tak menarik, namun juga bisa menyebabkan kerapuhan tembok dan berdampak pada keretakan yang lebih besar. Oleh karena itu, agar kerusakan tidak semakin melebar, perlu diperbaiki dengan segera. Berikut ini beberapa cara dalam memperbaiki dinding bocor sesuai dengan letaknya, yaitu:

Rembesan Air yang Berasal Dari Himpitan Celah Dinding Dengan Rumah Tetangga

Jika rumah Anda berdempetan dengan rumah tetangga, terkadang ada beberapa masalah, dan salah satunya adalah rembesan air yang masuk dari celah dinding yang berimpitan dengan tetangga.

Salah satu penyelesaian yang bisa kita lakukan adalah tutup celah tersebut menggunakan plesteran, lalu tutup lagi dengan Pelapis Anti Bocor (Waterproofing).

Rembesan Air Karena Adanya Retak Rambut Dinding Interior

Salah satu ciri adanya rembesan adalah munculnya retak rambut di dinding rumah Anda. Retak rambut ini kecil dan nyaris tidak terlihat.

Retak rambut ini terjadi karena unsur pembentuk plesteran yang kurang bersih. Dengan kata lain, saat plester diaduk, masih mengandung tanah dan material lainnya. Atau bisa juga pengadukan semen menggunakan air yang kurang bersih. Penyebab lainnya adalah karena proses pengacian dilakukan saat plester masih agak basah.

Solusi yang bisa Anda lakukan tidak sulit. Perbesar sedikit retak-retak rambut tersebut, lalu tutuplah retakan tersebut dengan plamir tembok. Setelah plamir tersebut mengering sempurna, Anda bisa melakukan finishing.

Rembesan Air yang Berasal dari Kamar Mandi

Rembesan air yang menetes dari kamar mandi, biasanya disebabkan oleh sambungan pipa ledeng yang rusak, atau karena kualitas material plesteran yang memang kurang bagus.

Sebagai solusi untuk mengatasinya, Anda harus memperbaiki sambungan yang rusak tersebut. Setelah itu, Anda perlu mengeruk plesteran dan ganti plesteran tersebut dengan yang lebih baik dengan material yang lebih sesuai.

Rembesan Karena Naiknya Air Permukaan Tanah Atau Pipa Air yang Bocor

Biasanya bercak-bercak kelembaban akan terjadi terus, terutama saat hujan, dan tersimpan di bawah sekitar 1 meter pada dinding rumah. Air tanah yang menyerap ke dalam dinding interior ini masuk melalui kapiler material semen, dan pada umumnya terjadi karena kualitas material plesteran yang rendah, terjadi pada dinding luar ataupun dalam.

Solusi yang bisa kita lakukan ialah dengan mengeruk plesteran kurang lebih 1 meter dari permukaan, lalu menggantinya dengan plesteran baru. Rasio yang digunakan antara pasir dan semen sekitar 3:1. Setelah itu, dapat dilakukan pengecatan.

Apabila kebocoran di dinding rumah ini terjadi karena adanya pipa air yang bocor. Ini biasanya dapat terlihat dari dinding bawah, sekitar 1 meter dari lantai. Gejalanya cukup mudah terlihat, dan pada umumnya terlihat lebih parah dari bercak biasanya.

Solusi untuk mengatasinya, adalah dengan mengganti pipa yang bocor tersebut. Setelah itu lakukan plester lagi dengan komposisi material yang pas.

Rembesan Air Karena Dinding Luar Belum Diplester

Dinding lembab memang paling sering bisa kita temukan pada dinding yang belum terplester. Pori-pori yang belum terplester ini membuat air hujan meresap lebih cepat lewat pori-pori material dinding, menembus dinding dan membentuk pola air (watermark) pada dinding.

Salah satu solusinya adalah memplester dinding luar dengan rasio semen dan pasir 1 berbanding 3. Sebelum diaci, plesteran tersebut harus ditunggu hingga kering total, atau setidaknya 2 minggu setelah diplester.

Demikianlah beberapa cara dalam memperbaiki dinding rumah yang bisa anda terapkan pada dinding rumah anda yang bocor. Apabila anda kesulitan dan tidak memiliki waktu dalam memperbaikinya, maka tak perlu ragu untuk menggunakan jasa kami dalam memperbaiki dan melakukan perawatan pada rumah anda. Segera hubungi kontak person yang tersedia untuk mendapatkan layanan yang terbaik.

Semoga bermanfaat!

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *