Jenis Saluran Air Di Rumah Anda, Mana Yang Paling Cocok?

Jenis Saluran Air Di Rumah Anda, Mana Yang Paling Cocok?

Adanya saluran air hujan atau talang air di rumah anda tentu menjadi point penting. Talang air memiliki fungsi mengumpulkan dan mengalirkan air hujan yang jatuh ke atap kemudian mengalir ke tempat yang di tuju, seperti saluran air hujan, sumur resapan, tangki penampungan air hujan dan lain sebagainya. Air hujan yang mengalir tidak sesuai dengan rencana tentu akan menimbulkan masalah baru, misalnya rembesan air hujan pada dinding, plafon, sambungan atap, kebocoran dan lain-lain. Letak talang air sendiri di bagian luar rumah dan dipasang di sekitar atap. Pemasangannya sendiri ada vertikal dan horizontal.

Ada berbagai macam material talang air yang dapat anda gunakan untuk rumah anda. Untuk mengetahui mana yang paling cocok, simak pembahasannya di bawah ini:

1.      Saluran air hujan beton cor

Jenis ini memerlukan perencanaan yang tepat, dan dibuat bersamaan dengan desain bentuk atap rumah anda. Proses pembuatan saluran air beton cor sendiri membutuhkan waktu yang lebih lama, karena anda harus mengunggu cor benar-benar kering sehingga bisa digunakan. Apabila terjadi kesalahan dalam proses pembuatan maka saluran air akan bermasalah seperti mudah retak dan bocor.

Biaya produksi yang lebih mahal dibandingkan jenis lainnya. Namun, jika sudah demikian anda dapat mengakalinya dengan melapisi bagian yang retak dengan menambah bobot berat pada struktur bagunan di bagian bawah. Selain itu, lapisi juga dengan cat pelindung anti bocor agar saluran lebih kuat terhadap rembesan air.

2.      Saluran air hujan berbahan seng

Jenis saluran air lainnya adalah berbagan dasar seng, jenis ini ternyata yang paling sering digunakan oleh masyarakat Indonesia. Karena harga saluran air berbahan seng relatif murah dan mudah dibentuk. Selain itu, saluran ini juga lebih praktik untuk diaplikasikan karena cepat dikerjakan serta sangat fleksibel untuk mengikuti bentuk atap rumah.

Meskipun banyak kelebihannya, saluran air berbahan seng ini memiliki kelemahan, yakni rentan terhadap karat. Saat hujan turun dengan intensitas yang tinggi, maka menimbulkan suara yang berisik. Selain itu, karena mudah berkarat, jenis seng ini tidak dapat bertahan lama.

3.      Saluran air hujan berbagan PVC

Jenis lain yang tak kalah populer adalah saluran air berbahan PVC. Saluran ini umumnya digunakan sebagai talang penampung air hujan sebelum mengalir ke tempat yang di tuju. Untuk harganya sendiri saluran air berbagan PVC cenderung murah dan tidak mudah berkarat ataupun berisik saat turun hujan seperti seng. Ketahanannya sendiri cenderung lebih pendek dibanding talang seng ataupun beton cor.

4.      Saluran air berbahan logam

Metial logam lain yang digunakan untuk saluran hujan air rumah-rumah adalah saluran air galvalum. Galvalum sendiri sebenarnya masih bagian dari seng, akan tetapi materialnya ditambah bahan aluminium. Dibandingkan dengan berbahan seng, galvalum memiliki kekuatan dan ketahanan yang lebih baik. Sehingga bahan ini anti terhadap, karat, keropos dan rayap. Jadi pemakaiannya cenderung lebih lama atau awet.

5.      Saluran air hujan karpet

Yang terakhir adalah saluran air karpet, umumnya jenis ini terbuat dari lembaran sejenis plastik. Bobotnya lebih ringan dan harga yang cenderung lebih murah. Akan tetapi, jika anda telah menggunakannya lama, maka karpen akan menjadi robek dan saluran air pun rusak. Saluran air jenis ini sangat fleksibel namun tidak tahan dengan perubahan cuaca yang ekstrim. Untuk itu perlu pengecekan secara berkala agar dapat segera diganti jika terjadi kerusakan atau robek

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *