Renovasi Rumah Berdasarkan Usia Bangunan

Renovasi Rumah Berdasarkan Usia Bangunan

Renovasi merupakan salah satu cara yang perlu dilakukan agar rumah tetap terjaga kekokohannya. Selain berfungsi untuk memperbaiki bagian rumah yang rusak, renovasi juga perlu dilakukan agar rumah dapat memberikan rasa nyaman pada penghuninya. Namun perlu diketahui bersama bahwa pelaksanaan renovasi tidak boleh dilakukan begitu saja. Sebab dalam renovasi perlu adanya prioritas, bagian rumah mana yang perlu diperbaiki dulu, mana yang bisa ditunda perbaikannya.

Dan yang tidak boleh dilupakan ialah, perbaikan rumah perlu mempertimbangkan usia bangunan itu sendiri. Perlu anda perhatikan bahwa apabila terdapat kerusakan pada bangunan yang umurnya masih satu atau dua tahun tentunya berbeda kondisinya dengan rumah yang sudah puluhan tahun. Hal ini memiliki keterkaitan yang sangat erat dengan perhitungan biaya dan dana yang diperlukan. Pelaksanaan renovasi rumah berdasarkan usia bangunan ini dapat dibagi menjadi beberapa golongan. Menurut beberapa situ property, terdapat beberapa golongan rumah berdasarkan usia, yaitu:

Golongan 1

Pada golongan pertama yaitu usia bangunan yang kurang dari lima tahun. Kerusakan pada rumah baru sering terjadi pada tampilannya saja, hal tersebut dikarenakan oleh perubahan cuaca yang cukup ekstrim, seperti pancaran matahari dan guyuran hujan yang terus menerus. Sehingga jenis perbaikan yang sering dilakukan ialah dengan melakukan pengecatan ulang, terutama di bagian eksterior rumah seperti pada dinding, fasad dan sebagainya. Selain itu juga perlu dilakukan pengecekan pada atap, terlebih bila terjadi kebocoran atau terdapat beberapa genteng yang perlu diganti karena pecah.

Golongan 2

Paa golongan kedua merupakan rumah yang usianya antara lima hingga sepuluh tahun. Jenis kerusakan sudah mulai melebar ke banyak bagian. Selain pada bagian luar, warna cat interior juga mulai terlihat kusam sehingga membutuhkan pengecatan ulang.  Selain itu, bagian atap juga sudah mulai banyak mengalami permasalahan. Tidak hanya kebocoran saja, namun sudah melebar pada bagian sambungan serta dinding. Bagian yang juga perlu dilakukan pengecekan serta perbaikan adalah bagian plafon yang sudah mulai rapuh karena terkena rembesan air hujan.  

Golongan 3

Pada golongan selanjutnya ialah bagunan yang usianya sudah berkisar sepuluh hingga limabelas tahun. Renovasi dan perbaikan yang perlu dilakukan tentunya secaralebih luas dan mendalam lagi. Pada usia ini, bagian rumah yang perlu dipriksa ialah berbagai macam komponen, terlebih pada bagian yang rumah yang keseluruhannya berbahan kayu.

Biasanya, rumah yang keselurunannya berbahan kayu terdapat beberapa bagian yang keropos karena dimakan rayap  atau juga dapat terkena seragan jamur serta air hujan. Selain pengeroposan, kayu juga dapat mengalami perubahan bentuk, penggeseran tempat, penyusutan maupun perubahan lain yang disebabkan oleh cuaca.

Golongan 4

Untuk bangunan yang sudah berusia diatas limabelas tahun, bukan hanya komponennya saja yang perlu di cek, namun bagian utama seperti pondasi dan konstruksi bangunan juga perlu dicek secara menyeluruh. Selain itu, pada bagian dinding biasanya terdapat beberapa lapisan dan acian yang mengelupas. Bila pengelupasan terjadi pada beberapa bagian saja, maka perbaikan cukup menggunakan sistem penambalan saja. Namun apabila pengelupasan sudah terjadi di banyak tempat, maka sebaiknya diganti dengan lapisan yang baru.  

Demikianlah beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam merenovasi rumah sesuai dengan usianya. Dengan memperhatikan usia bangunan, maka perhitungan dalam renovasi akan tepat dan tentunya juga terencana. Untuk konsultasi terkait perencanaan renovasi rumah, maka anda bisa hubungi kontak person kami yang tersedia di website ini.

Semoga bermanfaat.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *