Selain Rembesan Air, Penyebab Lain Yang Membuat Plafon Gysum Roboh

Selain Rembesan Air, Penyebab Lain Yang Membuat Plafon Gysum Roboh

Apa di rumah anda terdapat plafon? Plafon atau yang lebih dikenal dengan langit-langit rumah adalah bagian dari konstruksi bagunan yang memiliki fungsi untuk membatasi tinggi ruangan dalam rumah. Bukan hanya itu, plafon juga berfungsi sebagai keamanan, kenyamanan, dan keindahan rumah. Adanya plafon di rumah anda juga digunakan untuk menutupi bagian dalam kerangka atap serta mencegah cuaca panas atau dingin tidak langsung masuk ke dalam rumah.

Saat ini sudah banyak plafon yang mempercantik bagian interior rumah atau bangunan tertentu. Ada berbagai bahan-bahan yang digunakan untuk membuat plafon, yakni kayu, triplek, lembar semen asbes, hardboard, softboard, accoustic tile, particle board, aluminium, serta gypsum.

Dari berbagai jenis plafon yang disebutkan plafon gypsum lah yang paling populer dikalangan masyarakat Indonesia. Hal ini karena perawatan yang mudah variasi yang dijual di pasaran juga lebih banyak, khususnya untuk aksesori di bagian sudut tengah dan lisnya. Selain itu, gypsum juga memiliki beragam warna dan ukuran yang berbeda-beda. Hal ini yang membuat plafon gypsum sangat cocok dihati banyak orang.

Yang perlu anda pahami dalam merawat plafon gypsum

Selain perawatannya yang mudah, jenis plafon ini cenderung lebih cepat pengerjaannya. Namun seperti jenis yang lain ada beberapa kekurangan yang dimiliki yakni mudah hancur, sehingga sangat mungkin jika sewaktu-waktu plafon akan roboh. Untuk itu simak beberapa penyebab plafon gypsom roboh antara lain:

1.      Tidak tahan terhadap air

Dibandingkan jenis lainnya plafon gypsum cenderung sangat rentan terhadap air. Apabila terdapat rembesan air di atap rumah yang mengenai bagian platfon maka hal ini bukan hanya menimbulkan noda hitam atau jamur saja. Namun juga membuat plafon menjadi hancur. Jika bagian yang hancur tidak sedikir, maka sangat memungkinkan plafon rumah anda akan roboh kapan saja.

2.      Proses pemasangan yang kurang tepat

Meskipun proses pengerjaannya lebih cepat, bukan berarti mustahil jika tak ada kesalahan pada proses pemasangannya. Jenis plafon ini sangat tepat dipasang pada rumah yang dengan pelat beton sebagai penutup atap. Selain menggunakan sekrup, bubuk gypsum (compound), yang berfungsi sebagai lem di tempat sambungan juga diperlukan. Pemasangan sambungan gypsum sendiri biasanya dilakukan dengan diplester dahulu. Jika proses pemasangan salah seperti kesalahan pada sambungan maka bisa saja plafon akan roboh.

3.      Terkena benturan

Bukan hanya tidak tahan terhadap air. Plafon gysum juga rentan terhadap benturan, hal ini karena struktur gypsum yang mudah rapuh sehingga tidak tahan terhadap benturan yang keras. Untuk itu anda perlu menjaga gypsum dari benturan yang mungkin terjadi misalnya saat anda membersihkan rumah khususnya pada langit-langit rumah.

4.      Terpasang di area yang kurang tepat

Plafon bisa roboh jika anda menaruhnya ditempat yang tidak tepat. Misalnya memasang plafon pada kamar mandi, eksterior rumah atau bagian-bagian rumah lain yang memiliki tingkat kelembapan yang tinggi. Ingat plafon inti tidak tahan terhadap air, bukan tidak mungkin jika nanti plafon akan roboh dalam waktu yang singkat. Kelembapan yang tinggi membuat strukturnya menjadi sangat rapuh. Disarankan anda menggunakan plafon gypsum yang waterproof.

5.      Penyangga yang kurang kuat

Penyebab yang terakhir adalah penyangga atau penyokong plafon yang tidak kuat. Mengingat jika gypsum rentak, maka dibutuhkan bahan penyangga yang kuat. Jika tidak plafon bisa saja roboh meskipun anda tak menemukan tanda kebocoran.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *