Ternit Gypsum Anda Jebol Mendadak? Simak Berbagai Penyebabnya

Ternit Gypsum Anda Jebol Mendadak? Simak Berbagai Penyebabnya

Apakah rumah anda memiliki ternit atau plafon? Plafon atau yang lebih dikenal dengan langit-langit adalah bagian dari konstruksi banguna, fungsinya sendiri sebagai pembatas tinggi antara atap dan ruangan. Fungsi lain adalah menjaga keamanan, kenyamanan, dan keindahan ruangan rumah anda. pada dasarnya plafon dibuat dengan tujuan untuk mencegah cuaca panas atau dingin terpapar langsung ke dalam rumah setelah melalui atap.

Akan tetapi seiring berkembangnya waktu, plafon tak hanya sekadar penghambat dingin atau panas, namun juga hiasan interior untuk meningkatkan estetika di rumah. Sebenarnya ada berbagai jenis plafon yang dapat anda temui di pasangan mulai dari kayu, triplek, lembar semen esbes, hardboard, softboard, accustic tile, particel board, aluminium, dan gypsum. Jenis gypsum inilah plafon yang paling populer, karena perawatan yang cukup mudah.

Hal ini karena, plafon gypsum memiliki banyak variasi, apalagi untuk aksesoris dalam rumah terutama bagian sudut, tengah dan lisnya. Gypsum sendiri memiliki beragam warna adan ukuran, sehingga anda dapat menggunakan gypsum sesuai dengan kebutuhan rumah.

Mengapa banyak orang menyukai gypsum?

Saat ini sudah banyak rumah yang memasang plafon gypsum untuk langit-langit rumah mereka. Banyak orang yang menilai jika nilai keindahan yang dihasilkan dari plafon gypsum sangat baik, rapi, rata, dan mulus seakan tak ada sambungan. Gypsum juga sangat mudah untuk dibentuk menjadi beraneka plafon, dari bentuk konvensional hingga berwujud katedral. Bukan hanya itu, plafon gypsum menjadi indikator apakah atap rumah anda mengalami kebocoran atau tidak.

Kelebihan lain yang dimiliki jenis plafon ini ialah jika mengalami kerusakan pada bagian tertentu, plafon gypsum cenderung mudah diperbaiki dan tidak diperlukan secara total. Proses perbaikannya cukup memotong atau memplaster bagian yang rusak.

Penyebab plafon mendadak roboh

Meskipun memiliki kelebihan ternyata gypsum juga memiliki kekurangan, salah satunya adalah mudah hancur. Bahkan dibandingkan jenis plafon lain, plafon gypsum cenderung lebih rapuh. Bahkan bisa roboh secara mendadak. Apa saja penyebabnya? Simak pembahasan berikut ini.

1.      Gypsum tidak tahan terhadap air

Plafon gypsum cenderung lebih rentan terhadap air. Jika terjadi rembesan air pada atap rumah anda, dan mengenai plafon. Maka akan menimbulkan noda dan jamur pada permukaan plafon. Selain itu, lama-kelamaan plafon akan hancur bahkan berkemungkinan plafon akan roboh sewaktu-waktu.

2.      Proses pemasangan yang kurang benar

Jenis plafon ini sebenarnya sangat cocok untuk rumat yang atapnya adalah pelat beton karena kemungkinan kebocoran sangat minim. Komponen yang dipakai pada pemasangan gypsum adalah sekrup, dan bubuk gipsum (compound). Bubuk tersebut berfungsi sebagai lem pada setiap sambungan dan ornamen yang ada di plafon. Dalam proses pemasangannya, biasanya dikerjakan dengan cara diplester terlebih dahulu. Akan tetapi, jika pemasangannya kurang tepat maka berkemungkinan plafon akan roboh.

3.      Mengalami benturan dengan benda keras

Tak hanya rentan terhadap air, plafon gypsum juga rentan terhadap benturan. Kembali lagi ini karena strukturnya yang rapuh sehingga membuat gypsum tidak tahan terhadap benturan. Untuk itu anda harus berhati-hati saat sedang membersihkan langit-langit rumah.

4.      Pemasangan di area yang tak tepat

Jika anda ingin memasang plafon gypsum di rumah maka ada beberapa ruangan yang sebaiknya anda hindari terutama ruangan yang lembab dan basah seperti kamar mandi atau bagian eksterior rumah. Bukan hal yang tidak mungkin jika plafon gypsum anda akan roboh kapan saja, mengingat jika material in sangat rentan terhadap kelembaban yang tinggi. Untuk meminimalisir hal ini lapisi gypsum dengan cairan waterproof.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *