,

Tips Membuat Lubang Biopori

Banjir merupakan salah satu hal yang menyebabkan banyak kerusakan pada rumah. Biasanya banjir dikarenakan debit air yang tidak tertampung secara benar pada saat musim penghujan. Padatnya pembangunan serta kurang terawatnya saluran air selokan juga memperparah banjir yang terjadi. Salah satu solusi yang bisa dilakukan untuk mengurangi bencana banjir ialah dengan memperbanyak lubang biopori.

Lubang biopori merupakan lubang yang berfungsi sebagai resapan air hujan. Dengan adanya lubang biopori, maka akan membantu air untuk segera masuk ke dalam tanah, sehingga air tidak menggenang dan menyebabkan banjir. Selain itu, manfaat lubang biopori ialah untuk membantu menyuburkan tanah, sebab lubang ini dapat digunakan sebagai tempat pembuatan pupuk kompos dari dedaunan kering.

Dalam pembuatan lubang biopori memang tidak bisa di sembarang tempat. Pembuatan lubang biopori akan lebih baik bila dilakukan pada area terbuka yang terkena air hujan, seperti halaman rumah, sekitar pepohonan, tempat parkir, dan tempat terbuka lainnya.

Berikut ini beberapa hal yang perlu anda siapkan bila anda ingin membuat sendiri lubang biopori:

Bahan Untuk Membuat Lubang Biopori :

  • Linggis atau sekop
  • Pipa paralon diameter 3 inci, panjang sekitar 80-100 cm
  • Tutup paralom yang sudah dilubangi
  • Alat pembuat lubang untuk paralon
  • Pasir dan semen

Cara Pembuatan Lubang Biopori :

  1. Gali tanah atau buatlah lubang dengan menggunakan sekop atau linggis hingga kedalaman 80- 100 cm.
  2. Masukkan pipa paralon sampai permukaan tanah yang sudah digali.
  3. Semen area sekitar permukaan pipa paralon agar paralon tidak masuk kedalam tanah dan mudah dalam pemeliharaannya.
  4. Masukkan dedaunan kering dan sampah organik kedalam lubang paralon. lni nantinya akan diuraikan secara alami oleh bakteri dan cacing menjadi kompos.
  5. Tutup paralon dengan penutup paralon yang sudah dilubangi, agar udara dan air dapat masuk.

Setelah membuat lubang biopori di tempat yang telah disesuaikan, maka hal yang perlu anda lakukan selanjutnya yaitu lakukanlah perawatan. Lubang biopori harus tetap dirawat agar terjaga kualitasnya serta berfungsi dengan baik. Hal yang perlu diperhatikan dalam merawat lubang biopori yaitu dengan melakukan pengecekan pada pupuk kompos yang kita masukan dalam lubang biopori. Pengecekan lubang biopori sebaiknya dilakukan tiga bulan sekali. Jangka waktu tersebut merupakan waktu yang pas untuk mengambil pupuk kompos yang sudah jadi dan mengisinya kembali menggunakan daun-daun kering.

Selain dapat membantu anda untuk menghindari resiko kebanjiran, anda juga sudah membantu lingkungan anda untuk tetap lestari sehingga tanah menjadi subur. Semoga bermanfaat.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *