Untuk Memastikan Instalasi Listrik Di Rumah Aman, Berikut Adalah Tipsnya

Untuk Memastikan Instalasi Listrik Di Rumah Aman, Berikut Adalah Tipsnya

Listrik kini menjadi kebutuhan utama bagi setiap orang, listrik dipakai untuk penerangan rumah, mengisi daya baterai handphone atau laptop, menyalakan media elektronik seperti radio atau TV, hingga mambantu pekerjaan sehari-hari. Untuk itu pemasangan instalasi listri perlu diperhatikan betul agar terhindar dari korsleting atau kebakaran.

Untuk memastikan apakah instalasi listrik di rumah anda aman atau tidak berikut ini ada beberapa tips yang sebaiknya anda perhatikan saat ingin memasang listrik di rumah antara lain:

1.      Memahami denah untuk instalasi listrik

Hal pertama yang pasti anda perhatikan adalah menyesuaikan penempatan box Miniature Circuit Breaker atau MBC, lampu, sakelar, serta stopkontak pada denah rumah anda. Bukan hanya itu saja pastikan pula jumlah stopkontak yang anda miliki cukup untuk seluruh keperluan rumah tangga, posisikan penempatan juga harus disesuaikan dengan kebutuhan penghuni rumah, seperti saklar lampu berada di dekat pintu untuk menghindari adanya kesalahan dan kenyamanan anda dan keluarga pun tidak terganggu.

2.      Gunakan kabel yang berstandar SNI saat melakukan instalasi listrik

Saat anda ingin memasang instalasi listrik di rumah maka wajib menggunakan kabel berstandar SNI. Untuk menjamin jika kabel tidak mudah tekelupas atau terkikis. Penggunaan kabel listrik pun bermacam-macam seperti kabel berdiameter 2,5 cm yang dapat menampung aliran daya listrik hingga 5.000 watt pada rumah yang memiliki luas 70 meter persegi.

Jika ingin menyalurkan listrik pada perangkat rumah tangga seperti lampu, maka disarankan anda memakai kabel dengan diameter 1,5 mm yang aman untuk diaplikasikan pada jalur stopkontak serta lampu dengan daya listrik 100 watt. Selain itu, bungkus kabel listrik dengan pipa conduit lentur, sehingga mempermudah anda dalam penggantian dan menjamin arus listrik tetap stabil meskipun digigit tikus ataupun tergencet sesuatu.

3.      Pembagian jalur kabel saat instalasi listrik

Akan lebih baik jika jalur kabel anda sesuaikan dengan keperluan instalasi listrik di rumah anda, seperti AC, lampu, perlengkapan eletronik dapur, stopkontak, popa air, serta MCB cadangan. MBC atau Miniature Circuit Breaker merupakan salah satu peralatan listrik untuk memutuskan aliran listrik dalam satu grup saluran listrik saat terjadi korsleting ataupun pemakaian yang berlebihan.

4.      Usahakan untuk memisahkan jalur listrik khusus perangkat elektronik ynag membutuhkan daya besar

Untuk peralatan eletronik berdaya besar ada baiknya anda menyendirikan jalur listrik tujuannya agar tidak mengganggu penggunaan listrik peralatan lain dan keamanan penghuni rumah. Contoh peralatan yang membutuhkan daya listrik yang besar adalah AC, Water Heater, serta pompa air. Mungkin anda pernah menemui kasus kelip lampu ruangan yang tidak stabil saat AC dinyalakan, pembagian jalur saat instalasi listrik rumah akan membuat kabel lebih tahan lama karena beban arus listrik tidak terlalu besar.

5.      Gunakan steker yang berkualitas

Salah satu hal yang harus anda perhatikan saat instalasi listrik di rumah adalah penggunaan steker yang berkualitas. Gunakan steker yang stabil dan tidak longgar, terlebih saat terdapat penumpukan pada satu titik. Hal ini dapat berakibat terjadinya lompatan arus dan membuat peralatan listrik lebih cepat rusak jika aliran tidak terkoneksi dengan sempurna.

6.      Selalu cek kualitas instalasi listrik rumah secara rutin

Setelah instalasi listrik di rumah anda telah dilakukan beberapa bulan atau tahun sebelumnya, maka cobalah luangkan waktu untuk melakukan pengecekan aliran arus listrik di rumah anda. Jika anda menemukan kabel yang terkelupas, bengkok, atau selubung yang mulai mengeras maka tandanya anda harus menganggantinya dengan kabel yang baru.

 

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *